Melanggar Prokes, Hajatan Hingga Hiburan Kesenian Di Bubarkan Petugas

Satgas Covid-19 Kabupaten Cilacap menertibkan Pesta Hajatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

CILACAP – Sejumlah kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan kembali harus ditertibkan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Cilacap. Kali ini ada sebanyak dua pesta hajatan pernikahan diwilayah perkotaan yang harus bubar lebih awal.

Selain itu terdapat juga aktifitas lainya yang dibubarkan, seperti pentas seni Kuda Luping diwilayah Karang Cengis, Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan. Selanjutnya juga ditertibkan lomba burung kicauan di Jalan Tawes, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan Cilacap.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Pol PP Cilacap – Yuliaman Sutrisno mengungkapkan, langkah ini diambil sebagai tindaklanjut intruksi Bupati Cilacap nomor 15 tahun 2021 terkait PPKM Berbasis Mikro dalam Rangka Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Cilacap.

Terkait hal ini, ditegaskan Yuliaman, bahwa penertiban yang dilakukan petugas terhadap bentuk pelanggaran prokes di Cilacap, dipastikan tidak tebang pilih. Sebab jika melihat kondisi Cilacap yang ada di Zona Merah saat ini, keselamatan masyarakat menurutnya menjadi hal yang paling utama.

“Kita pastikan tidak ada namanya tebang pilih, mau ASN atau masyarakat umum kami tetap tindak sesuai inbup nomor 15 tahun 2021. Seperti kita ketahui bersama, setiap orang kedudukannya sama rata dihadapan hukum. Yang terpenting dari kondisi Cilacap yang Zona Merah, adalah keselamatan masyarakat,” kata Yuliaman.

Sejumlah Petugas Satpol PP memberikan edukasi kepada keluarga pasien di RSUD CIlacap.

Bahkan diungkapkan, jika pada Selasa 29 Juni 2021, Satgas Covid-19 Cilacap melalui Satpol PP juga menindak tegas salah satu keluarga pasien Covid-19 di RSUD Cilacap yang sempat menolak prosedur pemakaman jenzah sesuai prokes Covid-19.

“Ya untuk Selasa kemarin kita langsung temui di RSUD Cilacap, yakni dari perwakilan keluarga jenazah pasien Covid-19 asal Kecamatan Bantarsari. Kami berikan sosialisasi dan edukasi kesehatan. Semula menolak kalau jenazak di makamkan dengan prokes Covid-19 tetapi setelahnya alhamdulliah kooperatif dan mau mengikuti aturan,” beber Yuliaman.

Yuliaman berharap, adanya penertiban dari petugas dapat menjadi pembelajaran dari semua pihak untuk peduli terhadap keselamatan bersama. Terlebih perang menghadapi Covid-19 saat ini, dinilai membutuhkan peranan semua elemen, mulai dari pemerintah hingga lapisan masyarakat.

“Dihimbau semua pihak dapat memahami kondisi Cilacap saat ini masuk zona merah, diantaranya kita semua harus menjaga serta disiplin prokes Covid-19 demi keselamatan semua pihak,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *