Menjawab Tantangan Kepemimpinan Sekolah Abad 21, Puluhan Guru Ikuti SLW Bersama NIE Singapura

Kegiatan lokakarya kepemimpinan sekolah atau School leadership workshop (SLW) hasil bekerja sama kemendikbud dengan NIE Singapura, kembali digelar. Kali ini dilaksanakan secara blended learning, dengan diikuti oleh 50 orang guru penggerak angkatan 1 yang terpilih setelah melalui seleksi dari sejumlah 2395 guru penggerak angkatan 1.

School Laedership Workshop (SLW) ini bertujuan menyiapkan para pemimpin pembelajaran abad 21. Kegiatan ini dilaksanakan selama 10 hari, dibawah bimbingan para pakar kepemimpinan dari NIE Singapura – Prof. David Ng, Prof. Chan Vee Bun, Mr. Jimmy Tan, dan Prof. Tan Oon Seng Sementara dikegiatan yang sama, peserta juga  mendapat kesempatan untuk berdialog langsung dengan wakil dirjen pendidikan Singapura.

Dalam kegiatan ini masing-masing kelompok guru penggerak turut mendapatkan tugas merancang sebuah program perubahan yang nantinya akan dilaksanakan di sekolah. Sehingga sekolah akan siap jika menghadapi disrupsi.

Pada kesempatannya, Dr. Goh Chor Boon selaku narasumber dari NIE Singapura mengucapkan rasa terima kasih kepada perwakilan kementerian pendidikan Indonesia. Yaitu Wei Lin serta Praptono.

Dikatakan bahwa selama ini diyakini untuk memiliki pendidikan yang berkualitas harus didukung oleh SDM yang berkualitas. Untuk itu program SLW  diselenggrakan oleh kementerian pendidikan Indonesia dengan kementerian pendidikan Singapura melalui NIE. Harapannya, guru dan kepala sekolah di Indonesia nantinya dapat tumbuh dan lebih berkulaitas.

Menurut  Dr. Goh Chor Boon di seluruh dunia masih terdapat permasalahan pendidikan yang tentunya berbeda-beda. Bahkan ada banyak hal yang berubah.

“So that in this SLW program, discusses 4 main issues. Among others, leading change, leading innovations, and learns about leading resilience and leading strategically in facing challenges during the pandemic . This material according to him, is very important for principals to learn,” kata Dr. Goh Chor Boon.

Sementara Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Pendidik dari Balai Guru Penggerak Kemendikbud – Dr. Praptono, M.Ed mengatakan, semua peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan SLW dengan baik. Sehingga nantinya hasil pembelajaran yang baik dapat diterapkan secara optimal di wilayah serta lingkungan pendidikan masing – masing.

“We will take a lot of our experience, knowledge and also relationship between or with you ,from Singapore and Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, koordinator guru penggerak angkatan 1 Kabupaten Cilacap – Isnaeni   mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat berperan serta mengikuti kegiatan ini.

Dia mengaku mendapatkan hal – hal baru, khususnya cara bekerjasama dalam sebuah tim untuk menyelesaikan permasalahan kontekstual dalam pendidikan, dengan latar belakang sekolah yang berbeda-beda.

“Saya sangat bersyukur dapat berperan serta mengikuti kegiatan ini. Pada kegiatan ini, saya masuk dalam kelompok 4 (semua ada 5 kelompok). Saya belajar, bagaimana kami bekerja dalam sebuah tim untuk menyelasaikan permasalahan kontekstual dalam pendidikan dengan latar belakang sekolah kami yang berbeda-beda. Kami tidak hanya harus memahami teori kepemimpinan yang kami terima namun juga menerapkan teori tersebut dalam permasalahan aktual yang terjadi di sekolah pada masa kini serta masa yang akan datang,” ujarnya.

Hal senada turut disampaikan seorang guru SMP Negeri Satu Atap Kasukwe, Sarmi, Papua, bernama Serpi. Dirinya mengaku jika ilmu baru yang didapatnya cukup banyak.

Selain itu dalam dunia pendidikan untuk menjadi seorang pemimpin menurutnya memerlukan bekal yang cukup. Terlebih dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan di masa pademi saat ini.

“Banyak ilmu yang saya dapat bagaimana menjadi pemimpin yang mampu memberikan perubahan serta tangguh di masa era pandemi saat ini. Tentu ini nantinya dapat berpengaruh pada lingkungan pendidikan yang menjadi lebih baik,” kata dia.

Untuk diketahui, kegiatan School leadership workshop merupakan kelanjutan dari pendidikan guru penggerak untuk memberi bekal lebih tentang kepemimpinan sekolah kepada guru penggerak terpilih. Kegiatan SLW dibagi menjadi dua, yaitu SLW Run 1 diikuti oleh 25 orang guru penggerak dan 25 orang guru penggerak lagi mengikuti di SLW Run 2.

Dalam serangkaian kegiatan, SLW Run 1 yaitu pre workshop di helat secara luring yang berlangsung tanggal 5-8 Oktober 2021, di hotel Grand Mercury Jakarta. Sementara itu dari para guru penggerak turut mengikuti SLW secara daring pada tanggal 18 Oktober- 1 Nopember 2021.

(Guruh)