Nekat Palsukan Puluhan Surat Hasil Rapid Test, Dua Pria Asal Cilacap Diringkus Polisi

CILACAP – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Cilacap akhirnya berhasil menangkap dua orang pelaku pemalsuan surat keterangan hasil rapid tes Covid-19,  yaitu  AP alias Agung berusia 24 tahun dan RST alias Nonos 35 tahun, mereka merupakan warga Kelurahan Tambakreja dan Donan, Cilacap.

Dalam dalam pers rilis yang digelar di Mapolres Cilacap, pada Jumat (09/04/2021), Kapolres Cilacap – AKBP Leganek Mawardi mengungkapkan, bahwa kasus tersebut terungkap berawal awal Maret lalu, ketika salah satu korban mengadu lantaran merasa ditipu rekannya yang menawarkan jasa proses pembuatan surat hasil rapid test guna memenuhi keperluan pekerjaannya.

Kecurigaan korban ini makin bertambah ketika pelaku mampu memberikan surat hasil rapid test tanpa mengajaknya ke Klinik maupun Rumah Sakit. Bahkan setelah menerima surat tersebut, pelaku RST meminta uang sebesar 200 ribu kepada korban.  Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polres Cilacap.

“Dua tersangka ini memiliki peran dan tugas yang berbeda, dalam aksinya ada yang mencari korban dan sisanya melakukan pemalsuan surat hasil rapid test dengan cara scan surat dari salah satu klinik di Cilacap. Mereka menjualnya dengan harga 200 ribu rupiah atau harga standar surat hasil rapid test klinik kesehatan,” jelas Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi didampingi Kasat Reskrim, AKP Rifeld Constatien Baba, Jumat (10/04).

Lebih lanjut, menurut Kapolres para tersangka dalam menjalankan aksinya  juga mencatut salah satu klinik di Cilacap. Sehingga segala tindakan pemalsuan dan pencatutan ini dinilai telah merugikan sejumlah pihak.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka, petugas mendapati adanya satu lembar surat Rapid Test,  satu lembar surat keterangan ANTI SARS COV-2 ANTIBODY NON REAKTIF, sepuluh lembar pembanding surat keterangan ANTI SARS COV-2 ANTIBODY NON REAKTIF, satu unit printer Epson L360, satu Perangkat Komputer, serta uang tunai sebesar 300 ribu rupiah,” ungkapnya.

Sementara itu dihadapan para awak media, kedua tersangka mengaku sudah menjalankan praktik haram ini sedikitnya 30 kali dalam kurun waktu selama dua bulan. 

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini Kedua tersangka dijerat dengan pasal 263 KUHP junto Pasal 268 KUHP, dengan ancaman pidana enam tahun penjara atas dugaan pemalsuan surat.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *