OKTOBER CILACAP ALAMI INLANFSI SEBESAR 0,12 PERSEN

CILACAP – Pada bulan Oktober 2020 di Kota Cilacap terjadi inflasi sebesar 0,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,49. Inflasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan bulan September 2020 yang mengalami deflasi sebesar 0,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,37.


Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Cilacap, Toto Desanto dalam pers rilisnya Selasa (3/11) kepada Bercahaya Fm menjelaskan, Inflasi di Cilacap disebabkan naiknya harga-harga yang ditunjukkan dengan naiknya indeks harga konsumen pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,2 persen.

Pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,22 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,19 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,17 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,13 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,007 persen.

Di sisi lain, lanjut Toto Desanto, beberapa kelompok pengeluaran mencatat turunnya harga-harga, yaitu pada kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,09 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,03 persen. Sedangkan dua kelompok lainnya stabil selama bulan Oktober 2020.

Toto menambahkan, Penyebab utama terjadinya inflasi di Kota Cilacap adalah naiknya harga cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, sepeda anak, dan kangkung. Sedangkan komoditas utama yang menahan laju inflasi di Kota Cilacap antara lain turunnya harga telur ayam ras, gula pasir, tomat, semangka, dan pir. Tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2020 sebesar 0,97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) sebesar 1,77 persen.( Rin).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *