Pagelaran Wayang Kulit FK_METRA, Jembatan Komunikasi dan informasi Pembangunan

Untuk menjembatani saluran komunikasi dan informasi akan hasil-hasil pembangunan, sekaligus memberikan hiburan yang sehat bagi masyarakat, pemerintah Kabupaten Cilacap, serangkaian peringatan Hari Jadinya yang ke 163 Tahun 2019, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Forum Komunikasi Media Tradisional-FK_Metra, Sabtu malam menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di lapangan Desa Jetis Kecamatan Nusawungu.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk bersama Ki datang Yakut Jedher dari Notok Patikraja Kabuaten Banyumas ini mengambil lakon Gatot Kaca Mbangun Karso. Meski dibarengi dengan turunya hujan yang cukup deras, pagelaran wayang kulit yang berlangsung Sabtu Malam di Lapangan Desa Jertis Kecamatan NusaWungu ini, ditampilkan sebagai sarana komunikasi antara pemerintah Kabupaten Cilacap dengan masyarakat setempat, dan  sekaligus  jembatan informasi Hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai sampai dengan tahun 2019 ini,  serta  program pembangunan akan dilaksanakan bersama masyarakat pada tahun-tahun berikutnya. Camat Nusawungu Agus Firmanudin dalam sambutan%nya menyatakan, masyarakat Kecamatan Nusawungu, khususnya yang tinggal di Desa Jetis, saat ini tidak lagi merasa minder, karena hasil-hasil pembangunannya sangat dirasakan masyarakat dan lebih maju dibanding desa tetangga di wilayah perbatasan Kabupaten Kebumen dan Banyumas. ” Beberapa tahun terakhir ini, masyarakat sangat menikmati hasil pembangunan jalan yang lebar, penerangan yang terang, sehingga kami tak perlu minder lagi,” jelas Agus

Sementara itu Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji menjelaskan, program pembangunan sudah cukup banyak dilaksanakan di wilayah Desa Jetis Kecamatan Nusawungu. Ke depan Pulau Momongan di wilayah Desa Jetis akan dijadikan salah satu destinasi wisata Nasional. ” Saya canangkan pulau Momongan menjadi pulau wisata dari sumber dana APBD dan diusahakan dana APBN,” Tegas Bupati Tatto

Bupati Cilacap H Tatto Suwarto Pamuji mengakui, untuk menjadikan pula Momongan maupun daerah lainnya menjadi obyek wisata memerlukan anggaran dana yang tidak sedikit, sehingga memerlukan dukungan poenganggaran dari pemerintah pusat. Karena menyiapkan obyek wisata tidak semata pembangunan di lokasi wisata tersebut, melainkan juga harus dilengkaspi dengan infrastuktur lainnya seperti jalan dan jembatan, instalasi air bersih, penerangan listrik maupun penanganan sampah dan dampak lingkungan lainnya.

Sementara itu, pada pagelaran wayang kulit yang dibarengi dengan guyuran hujan yang cukup deras ini, Bupati memilih duduk slonjoran bersama penonton yang memang diperbolehkan duduk merumput di depan tempat duduk kehormatan. (4ng2id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *