Pelayanan Publik Belum Optimal, Dikembangkan Smart City

Pelayanan publik di Kabupaten Cilacap dinilai masih belum optimal. Sebab sampai saat ini, masih terdapat sejumlah instansi pemerintah yang belum berstandar  pelayanan sebagai tolak ukur pedoman penyelenggaraan pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, terukur, serta sesuai dengan tuntutan, harapan maupun keinginan masyarakat. 

Padahal pelayanan publik yang baik merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintahan, khususnya dalam hal menyejahterakan masyarakat. Oleh karenanya diperlukan upaya perbaikan dan penyempurnaan terus menerus dengan managemen dan administrasi pelayanan publik. Dengan demikian, pelayanan yang ada menjadi cepat, tepat dan sesuai tuntutan maupun harapan masyarakat.

Salah satunya dengan menerapkan E-Government, melalui program Smart City. Pernyataan ini disampaikan Wabup Syamsul Aulia Rahman pada sosialisasi masterplan SmartCity  di ruang Jalabumi, Kamis (29/08/19) .

SmartCity merupakan program yang mengintegrasikan sistem informasi, managemen, dan pelayanan lainnya yang berbasis teknologi ke dalam satu server induk. Kemudian Smart City dikektahui terdiri dari enam pilar, yakni smart economy, smart living, smart environment, smart people, smart governance, dan smart mobility. Rencananya di Cilacap,  server induk tersebut bakal menjadi kewenangan Diskominfo.  

Lebih lanjut, jika terwujud, SmartCity Cilacap dapat menjadikan pelayanan yang transparan dan efisien.  Dan untuk mewujudkannya, Pemkab Cilacap secara resmi menggandeng sejumlah pakar teknologi dari Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya.

“Setelah SmartCity diterapkan,  seluruh OPD harus dapat menerima konsekuensinya. Yakni berkomitmen untuk bersedia mengoptimalkan sinergitas lintas sektoral khususnya dengan Diskominfo. Ditargetkan smart city rampung dan dapat dioperasikan pada 2022 mendatang,” pungkasnya.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *