Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Cilacap Diklaim Berjalan Lancar

CILACAP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap mengklaim pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah berjalan lancar. Meski demikian, sekolah diminta terus melakukan evaluasi serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono mengatakan, pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan sejak bulan Agustus lalu dan hingga saat ini tidak ada masalah, meski ada penularan Covid – 19 di SMA Negeri 2 Cilacap.

Sadmoko menegaskan, penularan Covid – 19 di sekolah tersebut, bukanlah Klaster Sekolah. Karena saat siswa  terkonfirmasi Covid – 19, SMA Negeri 2 belum melaksanakan Pembelajaran tatap Muka.

“Kalau SMA kan itu kewenangan dari Provinsi, dan yang kemarin positif Covid – 19, dipastikan bukan dari lingkungan sekolah, mungkin dari rumah ataupun dari lingkungan rumahnya masing – masing, karena SMA Negeri 2 belum pernah melaksanakan PTM,” jelasnya.

Kendati demikian, Sadmoko menjelaskan, hal ini tidak mempengaruhi pembelajaran Tatap Muka di tingkat SMP maupun SD di Kabupaten Cilacap. Pihaknya hanya meminta pihak sekolah untuk lebih memperketat protokol kesehatan.

“Sebelum kejadian itu pun kita sudah perketat prokes, dari sekolah harus ada sarana dan prasarana yang memadai, termasuk lingkungan sekolah kita sosialisasikan. Mudah – mudahan tidak ada klaster sekolah, sehingga anak – anak bisa tetap belajar, nanti kalo ada klaster anak – anak belajarnya daring lagi, padahal daring kan tidak maksimal dalam pembelajaran,” tuturnya.

Selain memperketat prokes, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap juga sedang menggenjot vaksinasi bagi pelajar. Vaksinasi yang di mulai sejak awal September lalu sampai saat ini, baru mencapai 22 persen. Sadmoko Danardono mengatakan, bahwa vaksin bagi pelajar menjadi  salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam pelaksanaan vaksinasi.

“Dari total sasaran sekitar 85 ribu pelajar SMP dan SMA/SMK/MA di Kabupaten Cilacap, kita berharap, di akhir tahun 2021 ini, vaksinasi bagi pelajar bisa mencapai 100 persen,” ungkapnya.

Diketahui saat ini sebanyak 1.150 SD dan 195 SMP Negeri dan Swasta, melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka. Dengan jumlah siswa masuk 50 persen untuk Sekolah dasar dan 33 persen untuk Sekolah Menengah Pertama, selain itu semua Sekolah Tingkat PAUD dan TK sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka dengan aturan yang sudah di tentukan.

“Kalau rata – rata sekolah sekitar 2 jam pelajaran, jam 08.30 – 09.30 terus pulang, kosong 1 jam, di semprot disinfektan terus masuk sesi ke 2, makanya kita sering ke lapangan ngecek sekolahan dari PAUD sampai SMP, sejauh mana kesiapan masing – masing sekolah dalam PTM terbatas, dan memastikan semua siap dan aman,” jelas Sadmoko.

Sadmoko selalu menghimbau kepada wali murid, dan lingkungan sekolah untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, asupan makanan untuk anak juga harus lebih di perhatikan, di berikan makanan yang bernutrisi, bergizi dan sehat, agar anak – anak lebih kebal terhadap Covid – 19.

(Berita/Intan/BercahayaFm)

dok : Sekda Cilacap bersama Kepala Dinas P & K saat meninjau pelaksanaan PTM di salah satu SD di Cilacap