Pemkab Cilacap Himbau Masyarakat Untuk Waspada Terhadap Gejala Happy Hypoxia

Masyarakat Cilacap diminta untuk mewaspadai gejala happy hypoxia yang dialami pasien Covid-19. Hal ini dikarenakan happy hypoxia sudah dialami orang terjangkit virus corona di beberapa daerah.

Pemkab Cilacap melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap – dr Pramesti Griana Dewi mengatakan, Happy hypoxia merupakan kondisi pasien mengalami tingkat saturasi oksigen dalam darah yang menjadi rendah dan kemudian menyebabkan ketidaksadaran hingga kematian.

Sebelumnya, gejala happy hypoxia ini dialami pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Banyumas. Oleh karenanya, kendati belum ditemukan laporan kasus serupa di Cilacap, masyarakat diminta untuk terus menjaga kesehatan serta mengenali gejala Happy Hypoxia.

“Gejalanya mulai dari adanya kondisi penurunan saturasi oksigen dalam darah dibawah 90 persen. Hal ini kemudian dapat mengakibatkan penderita mengalami sesak nafas, batuk, sakit kepala, merasa bingung, detak jantung cepat, warna biru, pada kulit, bibir dan kuku,” kata dr Pramesti, pada Selasa (08/09/20).

Pulse oximeter untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah.

Disinggung mengenai kesiapan Pemkab Cilacap dalam menangani maupun mengantisipasi Happy Hypoxia, dr Pramesti mengungkapkan, sejauh ini telah disiapkan sejumlah alat kesehatan berupa Pulse oximeter untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah.

Alat Pulse Oximeter saat ini sudah tersedia dan mulai digunakan di RSUD maupun Puskesmas di Cilacap. Khususnya digunakan untuk mengecek kesehatan secara rutin terhadap pasien konfirmasi Positif Covid-19,” kata dr Pramesti.

Sementara untuk pasien terkonfirmasi positif yang menjalani isoasi mandiri, diminta untuk terus berkomunikasi dengaan tenaga kesehatan, dan menghubungi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala hypoxia.

dr Pramesti menambahkan, saat ini jumlah kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 143 orang dengan rincian 125 sembuh, 16 dalam perawatan dan 2 meninggal. Sedangkan jumlah kasus suspek saat ini sebanyak 7 orang dan kontak erat sebanyak 605 orang.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *