Penanganan Diabetes, Ibunya penyakit penyebab komplikasi

Setiap tanggal 14 Nopember diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Namun ironisnya, penderita penyakit yang sering disebut dengan penyakit gula ini jumlahnya terus bertambah, termasuk di Indonesia. Nah, bagaimanakah pecegahan dan  penanganan penyakit penyebab komplikasi ini, berikut laporan selengkapnya.

International Diabetes Federation-IDF mencatat, penyalkit diabetes di dunia dari tahun ke tahun jumlahnya semakin meningkat. Bahkan diprediksi, penderita penyakit diabetes ini pada tahun 2045  jumklah ya akan mencapai 629 juta jiwa. Sedangkan berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar-Riskedas, mulai tahun 2013 sampai dengan 2018 lalu, prevalensi Diabertes Militus meningkat dari 6 koma 9 persen menjadi 8 koma 5 persen yang artinya ada sekitar 22  koma 9 juta jiwa penduduk Indonesia prevalensi Diabetes Militus. Dokter Spesialis Penyakit Dalam pada RSUD Cilacap, Dokter Endang Sri Untari Sp. PD, dalam sambungan telepon pada acara Dialog Info Kita Bercahaya FM Cilacap menjelaskan, penyakit diabetes yang tidak terkontrol disebut sebagai ibunya penyakit, karena dapat merusak organ tubuh yang lain dan sebagai penyebab komplikasi.

Menurut Dokter Endang Sri Untari Sp. PD dalam banyak kasus akibat ledakan komplikasi berujung dengan kematian, akibat gagal ginjal, penyakit jantung koroner dan stroke. Namun, penyakit ini tidk harus kemudian menjadikan kecemasan penderitanya, sepanjang menerapkan pola hidup sehat,  diet makanan dan rajin kontrol.

Dijelaskan,  untuk menangani penyaukit Diabetes Militus ini, program pencegahan dan pengendaliannya  difokuskan pada pencergahan faktor resiko dan penemuan kasus Daiabetes Militus secara dini, melalui kegiatan Pos  Binaan Terpadu-Posbindu yaitu dengan melakukan kegiatan deteksi  dini faktor resiko penyakit Tidak Menular-PTM. (4ng2id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *