Potensi Sidat Cilacap Jadi Perhatian FAO

Potensi pengembangan budidaya sidat di Kabupaten Cilacap kini menjadi perhatian dunia. Sebab, setiap tahun Cilacap mampu menghasilkan sidat hingga mencapai 32 ton.

Uniknya budidaya sidat yang berkembang di Cilacap berbeda dengan wilayah lain. Antara lain adanya pelibatan berbagai instansi pemerintah dan elemen masyarakat. Keunikan ini sempat dilontarkan Nasional Projects Manager I Fish pada Food and Agricultural Organization atau FAO Indonesia – Aceng Supriatna usai mengikuti kunker Pemkab Sukabumi dan KKP di Kolam Sidat R.E Martadinata di Gumilir, Cilacap. Acara berlangsung Kamis (14/03/19) pagi.

Menurut Aceng, kolam sidat Re Martadinata Lanal Cilacap dinilai cukup representatif dan bisa menjadi rekomendasi kunjungan kerja mengenai budidaya sidat. Sebab berdasarkan hasil pantauan FAO, kolam pembudidayaan sidat tersebut dilengkapi dengan sistem pengairan yang modern dan sangat jarang ditemui di daerah lain. Dari sisi dampak lingkungan, model budidaya yang dikembangkan Lanal Cilacap cukup higienis karena tempatnya yang tertutup ditambah dengan teknologi sirkulasi pengairannya yang ideal.

“Menarik setelah saya lihat dari beberapa usaha budidaya yang ada di Cilacap, Kolam Budidaya Sidat RE. Martadinata sudah memiliki teknologi yang tinggi daripada yang dimiliki masyarakat secara umum, tertutup membuat higenis dan terutama sistem sirkulasi pengairanya yang cukup baik,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi – Abdul Qodir menyatakan, kunjungannya ke Cilacap bertujuan untuk mendalami potensi sidat yang sedang berkembang di wilayah pesisir selatan ini. Bahkan diancangkan adanya kerjasama pada bidang produksi sebagai hasil dan manfaat dari kunjungan tersebut.

“Dari bimbingan FAO dan kunker ini kami lihat budidaya sidat di Cilacap sudah melibatkan masyarakat sehingga kami membawa sejumlah nelayan dan pembudidaya untuk mengikuti pola budidaya sidat di Cilacap. Kalau yang dari Perusahaan kami sudah memiliki pasar lokal dan untuk masyarakat Sukabumi akan kami dorong untuk melakukan budidaya,” ujarnya.

Sementara menanggapi Kunker Pemkab Sukabumi bersama FAO dan KKP, Danlanal Cilacap – Kolonel Laut Pelaut Teguh Iman Wibowo menyatakan kunjungan tersebut semakin memotivasi pihaknya untuk mengoptimalkan pengembangan sidat demi kemanfaatannya untuk masyarakat. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *