Produsen Jamu Ilegal Cilacap Dituntut 2 Bulan Penjara

Bercahayafm.cilacapkab.go.id , CILACAP – Sayi Susiyanti, terdakwa pembuat jamu ilegal dituntut hukuman dua bulan 15 hari oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Cilacap. Selain itu warga asal Sampang ini juga didenda Rp 2.500.000 juta dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Cilacap, Selasa (11/2).

Sidang pembacaan tuntutan dipimpin Ketua Majelis Kartijono bersama dua anggotanya Hamdan Saripudin dan Sigit Susanto.

Sementara itu, dalam tuntutannya JPU – Budi Maulana menyatakan, terdakwa Sayi Susiyanti terbukti dalam memproduksi dan atau mengedarkan jamu (obat Tradisional). Kendati demikian setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui dirinya tidak memiliki ijin produksi dan juga tidak mempunyai izin edar dari instansi yang berwenang.

“Terdakwa terbukti bersalah dalam dakwaan kedua, pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” kata JPU.

Atas tuntutan tersebut, Ketua Majelis Hakim Kartijono memberikan waktu kepada terdakwa untuk melakukan pembelaan. Sidang dilanjutkan satu minggu kedepan.

Untuk diketahui, kasus pembuatan jamu ilegal itu terungkap pada 26 September 2019 oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Dalam penggerebegan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Papringan RT 01 RW 02 Desa Karangasem, Kecamatan Sampang itu mengamankan barang bukti berupa jamu mengandung BKO siap edar dan bahan jamu serta mesin packing.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Puslabfor Bareskrim Polri Laboratorium Forensik Cabang Semarang No. LAB. : 2470/KKF/2019 tanggal 08 Oktober 2019 berupa jamu bertuliskan “Wantong” dan jamu bertuliskan “Montalin” adalah POSITIF CAFFEINE. Sedangkan jamu bertuliskan “Greeng Jos Kopi Bapak”, berupa jamu bubuk campuran krimer, gula dan kopi serta berupa jamu bubuk campuran krimer, gula dan kopi adalah POSITIF TADALAFIL.

Sementara dalam waktu yang bersamaan juga digelar sidang pembacaan tuntutan perkara yang sama dengan terdakwa Edy Hermawan. Edy yang diketahui memproduksi jamu yang tidak memiliki izin edar di sebuah rumah kontrakan di Desa Mujur RT 03 RW 03 Kecamatan Kroya itu dituntut dua bulan 15 hari dengan denda Rp 2.500.000. Tempat usaha milik Edy Hermawan digerebek pada hari yang sama dengan tempat usaha milik Sayi Susiyanti.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *