Program BLUD Bakal Mundur Setahun

Target Pemkab Cilacap untuk menjadikan seluruh Puskesmasnya menjadi Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD mulai awal 2019 ini ternyata tidak terwujud. Kendalanya adalah pada teknis pengalokasian anggaran yang diduga salah sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Cilacap – Marwoto menegaskan, seharusnya, alokasi anggaran dari APBD 2019 langsung turun ke Puskesmas tetapi dalam penyusunannya justru dialokasikan ke dinas. Padahal untuk menwujudkan BLUD tersebut, alokasi dana seharusnya langsung masuk ke Puskesmas. Dengan demikian, BLUD Puskesmas tahun 2019 ini hanya isapan jempol belaka. Meski demikian, Marwoto memperkirakan program BLUD Puskesmas Cilacap akan terwujud pada tahun 2020 mendatang.

Dijelaskan, sebenarnya dari 38 Puskesmas yang ada di Cilacap, saat ini sudah siap menjadi BLUD. Kesiapan ini terinci untuk delapan Puskesmas yang telah siap keuangannya secara mandiri tanpa subsidi. Sedangkan yang lainya meskipun belum siap mandiri diklaim tidak menjadi persoalan. Sebab untuk menjadi BLUD diperbolehkan mendapat subsidi dari pemerintah, hanya saja pengelolaanya diserahkan kepada Puskesmas.

“Karena APBD sudah ditetapkan dan masuknya masih ke Dinas bukan Puskesmas. Sehingga secara teknis belum bisa, bahkan pertengahan tahun pun itu sulit dilaksanakan. Jadi kemungkinan mundur satu tahun, sebab harus mulai lagi dari awal,” ungkapnya.

Marwoto menambahkan, persoalan pemerataan penggunaan layanan Puskesmas juga tidak serta merta dapat diterapkan, lantaran masyarakat kebanyakan memilih layanan kesehatan yang lebih dekat dengan domisilinya maupun faktor lainya. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *