Ratusan Penganut Kejawen Cilacap Gelar Ritual Bekten dan Punggahan

Sementara di Kecamatan Adipala, ratusan penganut Islam Kejawen yang tergabung dalam Adat Tradisi Anak Putu atau ATAP, Desa Kalikudi, sejak hari Kamis kemarin menggelar ritual adat bekten sadranan dan punggahan. Acara yang berlangsung hingga Jum’at ini dilaksanakan di Panembahan Adiraja. Ritual yang sudah dilaksanakan secara rutin sejak abad ke-17 itu diselanggarakan untuk menyambut datangnya Ramadan 1440 Hijriyah.

Salah satu sesepuh Adat Kali Kudi – Karsa Wiguna mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan dalam memberikan bakti kepada keturunan Kiai Ditakerta dan leluhur lainnya. Para leluhur ini yang dinilai telah berjasa membuka Desa Kalikudi dan menyebarkan agama Islam diwilayahnya.

Sementara Panembahan Adiraja yang dijadikan lokasi memanjatkan doa, merupakan kompleks permakaman cikal bakal atau nenek moyang para penganut kejawen Kalikudi. Acara itu disebut bekten sasi ruwah atau bekten sadran. Yakni ritual membersihkan kompleks permakaman leluhur secara adat. Ritual ini dipimpin oleh Kiai Kunci Pesemuan Lor. Dalam ritual itu ada beberapa prosesi yang dilakukan antara lain resik makam, bekten, dan nyekar yang dipimpin oleh juru kunci. Sedangkan pada hari ini prosesi adat lainya adalah punggahan seperti berkumpul bersama untuk memanjatkan doa dan disertai acara makan bersama.

“Budaya adat sadranan di Kalikudi tidak akan punah oleh moderenisasi jaman. Sebab kegiatan tersebut telah menjadi cikal bakal dari desa Kalikudi dan kesadaran menjaga budaya leluhur telah tertanam secara lintas generasi. Terlebih Pemkab sendiri turut mendorong Desa ini untuk mempertahankan nilai kebudayaan lokal tersebut,”imbuhnya. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *