Rawan Terpapar TBC, Puluhan Marbot Diberdayakan

Penyakit menular tuberkolosis atau TBC diwilayah Cilacap sebarannya cukup tinggi. Bahkan dapat menjangkit masyarakat dengan berbagai usia. Indikatornya adalah sejak tahun lalu penyakit TBC menjadi salah satu penyakit mematikan yang menempati posisi tertinggi selain HIV AID di Cilacap. Hal tersebut disinyalir akibat pola hidup tidak sehat dari masyarakat. Sehingga dalam berbagai kesempatan, para pihak terkait terus mendorong langkah pencegahannya.

Seperti yang dilakukan oleh kelompok Jihad Fisabilillah Khoiru Ummah atau Jifisku Cilacap, yang menggandeng sekitar 50 orang marbot masjid di Cilacap Utara. Mereka mengedukasi serta memberikan penyuluhan PHBS sebagai upaya pencegahan penyebaran virus TBC di lingkungan rumah ibadah.

Ketua Jifisku Cilacap – Sri Rahayu mengatakan, marbot memiliki peranan sangat vital, terutama dalam hal menjaga kebersihan di lingkungan ibadah. Terlebih pada bulan ramadhan mendatang aktifitas beribadah umat Islam bakal meningkat.

Selain itu rumah ibadah merupakan salah satu tempat berkumpulnya masyarakat, baik yang sehat maupun diindikasikan mengidap TBC. Sehingga setelah diberikan pemahaman PHBS diharapkan para marbot mampu menjadi ujung tombak masyarkat dalam pencegahan maupun penularan TBC secara mandiri di rumah ibadah.

“Selain mengedukasi, para marbot se Kecamatan Cilacap Utara juga mendapatkan sejumlah sembako dan cek kesehatan gratis. Harapanya, kegiatan ini juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan maupun kesehatan mereka,” ungkap Sri Rahayu.

Sementara Camat Cilacap Utara – Sunarti turut mengapresiasi Jifisku Cilacap yang telah membantu peran Pemkab dalam menekan jumlah penyebaran penyakit TBC. Terlebih untuk marbot masjid yang dinilai masih kurang diperhatikan keberadaanya. Kedepanya pihaknya bakal mendata marbot diwilayah kerjanya untuk lebih disejahterakan melalui dinas terkait. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *