Resiko Bencana Tinggi Di Gencarkan Sekolah Gunung

Potensi kebencanaan Kabupaten Cilacap yang menduduki peringkat tertinggi di Jateng, membuat sejumlah pihak gencar melakukan upaya sosialisasi kebencanaan. Yakni BPBD Cilacap yang kembali menggandeng lintas sektoral dalam sosialisasi Replikasi Sekolah Gunung, di Balai Desa Ciruyung Kecamatan Karangpucung, Senin (08/04) kemarin.

Kepala BPBD Cilacap, Trikomara Sidhy mengatakan, sekolah gunung dnilai menjadi wadah pemberdayaan sekaligus peningkatan kesadaran masyarakat tentang bencana, khususnya di wilayah masing-masing. Dalam pendidikannya, masyarakat maupun anggota yang terlibat nantinya akan diberi materi tentang kebencanaan, mengenal tanda-tanda bencana dan cara mengantisipasinya agar tidak menimbulkan korban.

“Harapannya mereka jadi tangguh, akan cepat mengenali, mengelola dan bisa mengurangi risiko bencana. Salah satu contohnya, apabila gunung potensinya longsor, maka mereka akan paham tanda-tandanya, ketika tanah retak. Kalau hujan cek ke atas, bagaimana mereka evakuasi diri dan sebagainya,” jelas Tri Komara.

Terkait hal itu, Babinsa Ciruyung Koramil 15, Karangpucung, Sertu Moch. Ali Muchtar turut mengapresiasi dan mendukung penuh upaya yang dilakukan BPBD Cilacap dalam mengurangi tingkat resiko bencana alam maupun kerugiannya.

Dirinya turut berharap, kegiatan Sekolah Gunung dapat diikuti secara optimal oleh Aparat Pemerintahan Desa maupun warga masyarakat. Mengingat kondisi alam di wilayah Kecamatan Karangpucung diketahui sebagai wilayah rawan bencana alam tanah longsor.

Sosialisasi Replikasi Sekolah Gunung tersebut dihadiri Kepala BPBD Cilacap Tri Komar Sidhy Wijayanto, Kepala BPBD Majenang Edi Sapto Priyono, Kepala Desa Ciruyung Paryono beserta perangkatnya, BPD Desa Ciruyung, TP PKK Desa Ciruyung, tokoh agama, masyarakat, adat, maupun pemuda, juga Linmas beserta warga masyarakat setempat. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *