Ribuan Warga Ikuti Vaksinasi Massal Di Gedung Tennis Indoor Cilacap

CILACAP – Antusiasme masyarakat Kabupaten Cilacap untuk mengikuti vaksinasi massal terhitung sangat tinggi. Hal itu terlihat saat ribuan masyarakat mendatangi Gedung Tenis Indoor yang terletak di Jalan Dr. Sutomo Cilacap untuk mengikuti kegiatan vaksinasi, Kamis (30/9/21).

Kegiatan vaksinasi tersebut di selenggarakan oleh Polres Cilacap dalam rangka Percepatan Perolehan Target 1,5 juta dosis di Kabupaten Cilacap. Kapolres Cilacap melalui Kasi Kedokteran dan Kesehatan Polres Cilacap  Iptu Setyawan mengatakan, vaksinasi massal dosis pertama kali ini menyasar sekitar 1.100 masyarakat, yang terdiri dari Unsur Agama, Organisasi Kemasyarakatan, para Pekerja,masyarakat Tionghoa  serta masyarakat umum. “Saat ini kita gunakan vaksin sinovac sejumlah kurang lebih 1.100 dosis,” katanya.

Terkait pendaftaran vaksinasi, Iptu Setyawan mengatakan, masyarakat melalui link Polres Cilacap, mereka mendaftar secara kelompok, dan ketua kelompoknya mengajukan surat ke Kapolres Cilacap untuk bisa dilaksanakan Vasksinasi.

“Masih ada sekitar 10 ribu orang yang menunggu daftar antrian vaksin, dan seperti diketahui bersama, membentuk Herd Immunity (kekebalan kelompok) menjadi tujuan digelarnya vaksinasi”, terang Iptu Setiawan.

Selain masyarakat umum, Kegiatan Vaksin Polres Cilacap juga akan menyasar para pelajar. “Beberapa SMA di Cilacap sudah dijadwalkan vaksinasi melalui kita, salah satunya SMA Al Irsyad, yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 2 Oktober mendatang,” jelasnya.

Pada vaksinasi kali ini, Polres Cilacap juga bersinergi dengan Lembaga kesehatan Nahdlatul Ulama Cilacap melalui NU Care Lazisnu, Sekretaris NU Care Cilacap Basith Wahid berharap dengan tercapainya target vaksinasi di Cilacap, herd immunity masyarakat bisa tercapai, sehingga bisa menurunkan angka kasus Covid – 19.

“Untuk meningkatkan capaian dan target kita di akhir tahun khususnya di Cilacap ya, sampai akhir tahun bisa 50 persen, maka sinergitas seluruh lembaga, baik pemerintah maupun non pemerintah, ormas keagaaman, politik, semua bahu membahu untuk meningkatkan target capaian dari vaksinasi ini,” Jelasnya.

Lebih lanjut, terkait kendala, Basith mengungkapkan, beberapa kendala saat entry data, seperti NIK tidak terdaftar ataupun NIK nya sudah di pakai oleh orang lain.

“Terkadang masalah – masalah kita ngentry data itu, NIK nya tidak terdaftar, atau NIK nya sudah dipakai sama orang, itu banyak kasus seperti itu. Kalau NIK tidak terbaca, karena NIK ada yang harus di online-kan di Disdukcapil, sehingga kalau NIK nya blm di onlinekan segera ke Capil. Kalau sertifikat vaksin tidak keluar NIK dan namanya nya sudah pas tapi tetap tidak bisa keluar, silahkan bisa mengadukan ke Dinas Kesehatan melalui bidang P2,” Jelas Basith.

Vaksinasi massal kali ini melibatkan 40 petugas vaksinator yang berasal dari Klinik Bhayangkara Polres Cilacap, Klinik Lanal, serta dari Tenaga Kesehatan Puskesmas Cilacap Tengah 1 dan 2.

(Berita/Intan/BercahayaFm)