Satu Pasien Klaster ABK Hilma Bulker Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Dinkes Cilacap

CILACAP – Masih seputar Covid-19 klaster ABK Hilma Bulker, kali ini satu diantaranya seorang pasien berinisial DRQ dinyatakan meninggal dunia, pada Selasa dini hari. Berdasarkan rekam medis maupun penangnaan yang dilakukan oleh pihak RSUD Cilacap, akhirnya sejumlah fakta pun terkuak.

Dalam pers rilisnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap – dr Pramesti Griana Dewi menuturkan, bahwa ABK Hilma Bulker yakni DRQ masuk ke IGD RSUD Cilacap pada 30 April 2021 lalu. Diantaranya dengan sejumlah keluhan batuk disertai sesak nafas. Sementara itu dari hasil tes Swab PCR, ternyata pria berusia 50 tahun asal Filipina tersebut positif Covid-19, Sehingga dilakukan perawatan isolasi Covid-19 Dahlia RSUD Cilacap.

Kemudian pada 5 Mei 2021, kondisi DRQ ini mengalami penurunan saturasi oksigen dan merasakan semakin sesak nafas. Sehingga petugas memindahkannya ke ruang ICU Covid Amarilis guna perawatan lebih lanjut.

Namun demikian, kondisi kritis masih terus dialami pasien tersebut. Hingga 7 Mei 2021, DRQ sempat mengalami gagal nafas. Sehingga dia dipindahkan ke ruang ICU Central RSUD Cilacap dan diberikan perawatan terapi oksigen menggunakan HNFC atau High Flow Nasal Canul.

Lebih lanjut, dr Pramesti mengungkapkan, kendati dilakukan pengananan maupun tindakan medis, kondisi pasien ini masih belum menunjukkan banyak perubahan. Hal ini dilihat dari masih adanya keluhan sesak nafas akut dan produksi lendir yang berlebih pada pasien. Hingga akhirnya, Selasa 11 Mei 2021 sekitar jam 2 dini hari pasien bernama DRQ asal Filipina mengalami henti jantung dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Jam 2:25 dinyatakan meninggal oleh dokter jaga covid-19,” kata dr Pramesti.

Disinggung mengenai gejala pasien ini, dr Pramesti mengakui adanya Hipoksia  akibat infeksi gangguan pernafasan dan mengakibatkan minimnya oksigen yang masuk ke otak. Sementara pasien Covid-19 dari Klaster ABK Kapal Hilma Bulker berinisial DRQ tidak memiliki penyakit bawaan komorbit. Namun demikian sejauh ini diketahui hanya memiliki riwayat hipertensi.

“Gejala utama yang selalu terlihat jika infeksi lanjut, adalah Hipoksia yaitu oksigen yang masuk ke otak kurang pasti akan menjadi gangguan pernafasan,” ungkapnya.

Pramesti berharap,adanya kasus ini dapat menggugah kembali kesadaran semua pihak terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Dia turut berharap kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Cilacap dapat segera berakhir.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *