Semarak Prosesi Hari Jadi ke-163 Cilacap

Prosesi Hari Jadi ke-163 Kabupaten Cilacap berlangsung Kamis pagi tadi. Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten sekitar jam setengah 8 pagi. Upacara ini berbeda dari biasanya karena diikuti oleh peserta yang mengenakan pakaian adat Jawa berupa beskap untuk laki-laki dan kebaya warna biru dikenakan peserta perempuan. Mereka adalah para kepala dinas dan pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap bersama dengan karyawan Setda.

Selesai upacara, Bupati dan para pejabatnya langsung menuju ke kantor DPRD Cilacap untuk melaksanakan sidang paripurna bersama anggota dewan, Forkopimda dan sejumlah perwakilan unsur masyarakat. Hingga sekitar jam 10, sidang paripurna istimewa ini selesai dilaksanakan dan acara dilanjutkan dengan Kirab Panji Lambang Daerah.

Dari halaman gedung DPRD, Kirab Panji Lambang Daerah dimulai dan diikuti oleh Bupati, Ketua Dewan, anggota Forkopimda dan para pejabat dengan iringan pasukan yang membawa bendera atau panji-panji Wijayakusuma Cakti. Menempuh jarak sekitar 200 meter, rombongan kirab tiba di alun-alun yang sudah dipadati ribuan masyarakat menunggu puncak prosesi.

Bupati bersama anggota Forkopimda segera menuju panggung yang berdiri di alun-alun dan bergabung dengan sejumlah pejabat utusan daerah lain. Prosesi puncaknya dengan penyerahan panji lambang daerah dari bupati ke Ketua DPRD. Acara berlanjut dengan suguhan tarian massal yang melibatkan ratusan pelajar SMP dan SMA setingkat di wilayah eks Kotip Cilacap.

Radio Bercahaya FM yang menyelenggarakan siaran langsung proses Hari Jariini memantau, terik matahari yang membakar alun-alun Cilacap tampaknya tak menyurutkan animo masyarakat untuk menyaksikan satu demi satu rangkaian acara. Demikian pula ratusan penari yang tampak tetap menebarkan senyuman dan seolah tak peduli dengan sengatan sinar matahari yang membakar kulit mereka.

Suguhan aneka tari dari ratusan pelajar Cilacap ini menjadi penutup prosesi Hari Jadi ke-163 Kabupaten Cilacap tahun 2019. Meski demikian, ribuan pengunjung tetap tidak bergeming dari pinggiran alun-alun karena masih menantikan atraksi terjun payung dari pasukan Kopasus. (Ady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *