Sempat Kritis, Satu Pasien Covid-19 Klaster ABK Hilma Bulker Meninggal Dunia

CILACAP – Seorang Anak Buah Kapal atau ABK Kapal Hilma Bulker yang diketahui sempat mengalami masa kritis akibat terpapar Covid-19, akhirnya meninggal dunia di RSUD Cilacap, Selasa dini hari, (11/05/21).

Dalam pers rilisnya Ketua Satgas Covid-19 – Farid Maruf mengatakan, bahwa pasien tersebut adalah DRQ, laki – laki berusia 50 tahun yang diketahui merupakan seorang warga negara Filipina.

Terkait hal ini, Farid menegaskan, bahwa berdasarkan aturan Kementerian Kesehatan RI nomor 424/MENKES/IV tahun 2007 tentang Pedoman Upaya Kesehatan Pelabuhan dalam rangka Karantina Kesehatan, jenazah yang meninggal akibat dari penyakit menular tidak dapat dibawa ke luar dari wilayah Republik Indonesia.

Olehkarenanya, pihak Pemkab Cilacap melalui Satgas Covid-19 kini terus berkoordinasi lebih lanjut dengan agen Kapal, Kedutaan Besar Filipina, maupun pihak keluarga. Yakni terkait nasib jenazah DRQ yang bakal dimakamkan di Indonesia atau dikremasi untuk kemudian abunya dibawa ke Filipina.

“Jika pilihannya dikremasi untuk dikirimkan abunya, maka akan dilakukan prosesnya di Purwokerto,” imbuhnya.

Farid Maruf menambahkan, mengenai uji sample yang dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan atau Litbangkes di Jakarta, sampai saat ini masih belum keluar hasilnya. Namun demikian pihaknya tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin prokes Covid-19. Yakni diantaranya dengan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dan tidak berkerumun, serta berpola hidup sehat.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *