Stasiun Karantina Pertanian Lepas Ekspor Kayu Olahan ke Cina

Kementrian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian melepas ekspor komoditas pertanian berupa produk kayu olahan atau barecore ke China dengan nilai volumenya yang mencapai 4 milyar lebih. Pelepasan ekspor kayu olahan ini berlangsung di kantor Badan Karantina Pertanian komplek Tunggul Wulung Cilacap pada Jum’at pagi tadi. Acara dihadiri Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan – Susilan, Kepala Dinas Perhubungan – Tulus Wibowo dan sejumlah pejabat terkait.

Kepala Karantina Pertanian Cilacap – Dokter hewan Puji Hartono menyampaikan, kegiatan pagi tadi untuk mendukung program akselerasi ekspor. Sebab Karantina Cilacap memiliki peran untuk meningkatkan pengawasan di pintu pengeluaran sekaligus pemenuhan persyaratan SPS atau  Sanitary dan Phytosanitary negara pengimpor. Programnya melalui pelayanan sertifikasi Karantina Tumbuhan serta menjamin dalam hal kualitas berdaya saing dengan mencegah OPTK pada komoditas.

Puji Hartono menjelaskan, potensi sumber daya alam yang ada diwilayah kerjanya cukup melimpah. Masing-masing ada di wilayah Kabupaten Cilacap, Banyumas dan Kebumen, Purbalingga, Banjarngeara, Purworejo dan sekitarnya. Seperti potensi kelapa, manggis dan durian serta hasil kebun lainnya. Oleh karena itu diharapkan para eksportir dalam hal ini petani lokal dan instansi terkait untuk saling mendukung dan kerja sama dalam meningkatkan dan membuka akselerasi ekspor untuk komoditas lainya.

Menurut Puji Hartono, ekspor kayu olahan ini merupakan bagian dari Program Argo Gemilang atau gerakan Ayo Galakan Ekspor Generasi Milenial Bangsa yang diluncurkan Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian  pada awal Januari 2019 lalu. Sesuai sasarannya, kalangan milenial di wilayah Stasiun Karantina Pertanian Klas 1 Cilacap menjadi fokus program untuk digenjot dalam memasuki pasar impor. Generasi muda ini disiapkan dalam menghadapi dan memasuki era revolusi industi for poin O (4.0).

Data pada Stasiun Karantina Pertanian Cilacap menyebutkan, kegiatan ekspor produk kayu olahan yang telah dilakukan di Cilacap melayani sejumlah negara. Diantaranya China, Malaysia, Taiwan, Singapore, Mesir, Australia, Libya, Hongkong, Kuwait, United Kingdom, Jerman, Vietnam, Afrika, Spanyol, Belgia, Romania dan Peru. Tercatat hingga kuartal ke 2 tahun 2019 ini, telah dilakukan ekspor produk kayu olahan sebanyak 320 kali dengan nilai volume setara dengan 258 milyar. (Ady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *