Tekan Angka Kemiskinan, Dinas Sosial Kabupaten Cilacap Bakal Bentuk Puskesos CITRA

CILACAP – Grafik angka kemiskinan di Kabupaten Cilacap dinilai masih cukup tinggi. Indikatornya adalah berdasarkan data dari Dinas Sosial Cilacap hingga tahun 2019, persentase kemiskinan di Cilacap mencapai 10,73 persen.

Namun demikian, sudah lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 10,80 persen pada periode yang sama, Maret 2019. Untuk itu pengentasan kemiskinan tetap harus menjadi perhatian karena secara absolut jumlah  penduduk miskin di Kabupaten Cilacap masih sangat besar.

Demikian disampaikan oleh Taryo, S.Sos., M.Si selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cilacap melalui Kasi Pemberdayaan Sosial – Setiyoko, S.Sos., M.M, dalam dialog Bercahaya di LPPL Radio Bercahaya FM Cilacap, Kamis 26 November 2020.

“Guna mengoptimalkan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Cilacap, berbagai program terus dilaksanakan, termasuk didalamnya penyaluran bantuan bagi keluarga miskin. Berbagai bantuan dan program ini diharapkan tepat sasaran, sehingga akurasi data sangat diperlukan mengoptimalisasi program pengentaskan kemiskinan di Kabupaten Cilacap. Yakni dengan didukung data yang akurat dari pemutakhiran dinamis di daerah,” kata Setiyoko.

Setiyoko menjelaskan, bahwa Kementerian Sosial Republik Indonesia menindaklanjuti ini dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Sosial nomor 15 Tahun 2018, tentang Sistem Layanan Dan Rujukan Terpadu Untuk Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu. Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dicita-citakan sebagai Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) atau Single Window Service (SWS). Hal ini diharapkan nantinya hadir dan mampu menjadi pilar percepatan serta ketepatan pelayanan bagi warga miskin untuk mendapatkan layanan terbaik.

Yakni pelayanan terkait program-program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan yang disediakan pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

“Tercatat sejak diluncurkannya Program SLRT pada tahun 2016, secara nasional, baru terbentuk sebanyak 150 SLRT di kabupaten/kota,” imbuhnya.

 Adapun untuk memastikan Pemerintah Kabupaten Cilacap hadir untuk masyarakat miskin dan rentan sampai di tingkat terbawah, Setiyoko mengungkapkan, yakni di tingkat desa/kelurahan dinilai perlu dibentuk Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos). Tujuannya agar masyarakat dapat mengadukan berbagai masalah dengan solusi dan pelayanan yang cepat.

Puskesos merupakan program layanan rujukan satu pintu (terintegrasi) yang merupakan miniatur SLRT yang berada di tingkat kabupaten. Layanan terintegrasi ini diselenggarakan dengan tujuan memudahkan masyarakat menerima layanan. Dari Puseksos, juga bisa mempermudah proses distribusi bantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten.

“Saat ini baru terdapat 6.696 Puskesos-SLRT yang tersebar di desa atau kelurahan seluruh Indonesia,” papranya.

Dinas Sosial Kabupaten Cilacap dalam hal ini juga melakukan sejumlah trobosan dalam program kerjanya. Salah satunya melalui Laporan Aksi Perubahan Kinerja Pelayanan yang didalamnya berisikan tujuan dan target kinerja dalam pengentasan kemiskinan. Yakni melalui inovasi pembentukan Pusat Kesejahteraan Sosial Cilacap Sejahtera atau PUSKESOS “ CITRA “ .

Untuk target pencapaian Jangka Pendek, Setiyoko mengungkapkan, Dinsos Cilacap menargetkan terbentuknya 13 Puskesos “ CITRA  “ di  Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap. Kemudian terlaksananya Bimbingan Teknis bagi Pengurus Puskesos  “ CITRA  “.

Sementara untuk target pencapaian Jangka Menengah, yakni dibentuknya 134 Puskesos “ CITRA  “ yang sudah melalui penyempurnaan, di 10 Kecamatan se Kabupaten Cilacap, dan terlaksananya Bimbingan Teknis bagi Pengurus Puskesos “ CITRA  “.

“Sedangkan target pencapaian Jangka Panjang, diantaranya, terbentuknya 137 Puskesos “ CITRA  “ yang sudah melalui penyempurnaan di 13 Kecamatan se Kabupaten Cilacap, terlaksananya Bimbingan Teknis bagi Pengurus Puskesos  “ CITRA  “, dan terbangunnya sebuah sistem informasi guna mendukung kinerja Puskesos “ CITRA  “,” Jelasnya.

Setiyoko menambahkan, dengan terbentuknya Layanan Warung Sosial (CITRA )  di Cilacap, dinilai manfaatnya akan lebih dapat dirasakan oleh keluarga miskin.

“Sebab nantinya masyarakat juga dapat lebih dekat dengan pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah. Dalam hal ini tentunya menghemat biaya, tenaga, dan waktu bagi keluarga miskin dalam mengurus berbagai layanan sosial di tempat yang berbeda,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *