Tekan Lonjakan Harga dengan Luncurkan E_Commerce Toko Tani Indonesia

Untuk menekan lonjakan harga, memotong mata rantai perdagangan dan memperlancar pendistribusian bahan pangan kepada konsumen, Badan Ketahanan Pamnhgan Kementerian Pertanian September mendatang meluncurkan e_Commerce dengan mengembangkan Toko Tani Indonesia yang sudah beroperasi 3 tahun melayani kebutuhan pangan masyarakat .// e_Commerce Toko Tani Indonesia ini persiapan awal difokuskan pada Gabungan Kelompok Tani-Gapoktan penerima program Pengembangan Usaha Pangan Masyaraskat Sejauh mana kesiapannya di Cilacap, berikut laorannya.

Setelahdinilai berhasil meluncurkan program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat melalui Toko Tani Indonesia-TTI, memasuki Tahun ketiga program ini, Deewan Ketahanan Pangan Nasional Kemnterian Pertanian kembali akan melaunching program baru berbasis teknologi digital melalui jaringan Internet yang disebut dengan e_Commerce. Program yang diprioritaskan untuk menekan gejolak harga dengan cara memotong mata rantai perdagangan ini, konsumen akan semakin dimudahkan untuk mendapatkan komoditas pangan dengan cepat, hanya dengan menggunakan android dan jaringan internet. Kepala Bidang Distribusi dan Cadanbgan Pangan Badan Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Tengah Siti Broto Rini SP. MP, usai Bimbingan Teknis Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat di Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap, kepada bercahaya FM Rabu pagi menjelaskan, secara bertahap di setiap propinsi dan Kabupaten Kota akan dioperasionalkan Toko Tani Indonesis_TTI Center serta mengembangkan dan menerapkan aplikasi e_commerce sampai ke daerah.

Aplikasi e-Commerse di daeerah, menurut Siti Broto Rini, start Up atau persiapan awalnya akan dikembangkan di setiap Gabungan Kelompok Tani-Gapoktan penerima program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat-PUPM dengan Toko Tani Indonesia-TTInya. Menyinggung kesiapan penetrapan aplikasi e_commrece di daerah Siti Broto Rini mengakui sangat beragam. Meski sebagian besar Gapoktan dinilai belum siap, namun bagaimanapun program aplikasi berbasisi internet ini harus dijalankan/ Hal senada diakui Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap, Ir Susilan yang menyatakan, dengan dibantu anggota Gapoktan usia muda, aplikasi e Commerce ini akan lebih mudah diterapkan di Cilacap.

Setelah dilanching pada pertengan September 2019 ini, aplikasi e Commerce sebagai tahap awal ini akan dilakukan uji coba di sejumlah daerah, dengan target selama 5 tahun dapat diterapkan secara menyeluruh di wilayah Indonesia. Dengan program ini diharapkan diperoleh data pangan secara menyeluruh, baik soal produksi, pendistribusian dan penyerapannya di tingkat pasar. (4ng2id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *