Terdampak Cuaca Ekstream, Kapal Pengayoman II Nusakambangan Tenggelam

CILACAP – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin yang mengguyur disejumlah wilayah Kabupaten Cilacap belakangan ini, kembali menyebabkan terjadinya berbagai bencana alam. Fenomena ini juga memicu adanya peningkatan dari ketinggian gelombang air laut. Bahkan nahasnya, hal ini juga berdampak pada Kapal Pengayoman II Lapas Nusakambangan yang mengalami oleng dan tenggelam, di dermaga Sodong Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, pada Senin dini hari (16/11).

Kepada tim pemberitaan LPPL Bercahaya FM, Koordinator Lapas Se Nusakambangan – Erwedi Supriyanto menerangkan, bahwa musibah tersebut bermula ketika wilayah Kabupaten Cilacap khususnya di sekitar dermaga Sodong diguyur hujan lebat pada hari Minggu malam. Adanya kondisi tersebut, diketahui membuat kapal Pengayoman II Nusakambangan yang tengah bersandar di dermaga Sodong, mengalami oleng atau miring. Yakni tepatnya pada Pukul 23.35 malam.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya melalui satgas Sodong segera melakukan pengecekan dan pemantauan di area dermaga setempat. Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh satgas Sodong, didapati Kapal Pengayoman II Nusakambangan mengalami kemiringan dikarenakan bagian depan kapal tersangkut ditambatan tengah, dan kondisi tali kapal saat itu sudah menegang atau cukup kencang.

“Hal tersebut juga berdampak pada kapal lainnya, yakni kapal Pengayoman III yang kemudian terjepit oleh kapal Pengayoman II dan tambatan,” tambah dia.

Adanya kondisi ini, dikatakan, langsung direspon oleh satgas bersama Kasatgas Sodong maupun rekanan lainnya yang ada di dermaga Wijayapura untuk melakukan upaya penyelamatan terhadap sejumlah kapal dilokasi setempat.

“Tentunya kami juga melibatkan Nahkoda maupun ABK kapal dalam proses upaya penyelamatan kapal yang ada di Dermaga Sodong Nusakambangan,” kata dia.

Erwedi mengatakan, kendati sudah dilakukan berbagai upaya penyelamatan, namun nahas hal tersebut tidak membuahkan hasil. Sehingga kapal Pengayoman II Nusakambangan yang miring dan sudah kemasukan air cukup banyak,  akhirnya tenggelam, pada   Senin dini hari. 

“Dapat kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sedangkan untuk kerugian, sejauh ini masih dihitung dan didalami oleh tim kita,” kata Erwedi.

Disinggung mengenai langkah selanjutnya, Erwedi mengungkapkan, pihaknya bersama tim dari Lapas Nusakambangan sejauh ini sudah melakukan observasi dengan melibatkan pihak Kesahbandaran Cilacap. Yakni guna menelisik penyebab pasti tenggelamnya Kapal Pengayoman II. Diantaranya juga melihat faktor kelayakan dari kondisi kapal, maupun faktor lainnya.

“Sedangkan untuk langkah evakuasi kapal Pengayoman II, kami masih menunggu waktu yang tepat. Yakni ketika ketinggian air laut kembali normal. Disisi lain tentunya kami juga terus melakukan sejumlah persiapan bersama berbagai pihak,” imbuhnya.

Kendati Kapal Pengayoman II tenggelam, Erwedi menegaskan, bahwa pelayanan di Lapas Nusakambangan masih berjalan dengan lancar dan optimal. Sebab kapal Pengayoman II yang diketahui beroprasi sejak tahun 1997, saat ini dikatakan masuk dalam kategori kapal cadangan. Sehingga untuk operasional maupun pelayanan dapat terus dijalankan menggunakan kapal lainnya.

“Seperti kita ketahui, kapal Pengayoman II adalah kapal bersejarah buat kita, karena sejak dahulu sudah digunakan untuk mengabdi kepada negara dan membantu transportasi para pegawai maupun masyarakat. Namun tidak bisa kita pungkiri karena sudah uzur dimakan usia, kini kapal ini dikategorikan sebatas alat transportasi cadangan. Sehingga untuk layanan kita masih bisa menggunakan kapal lainnya,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *