Terima DIPA 2020, BBNK Cilacap Percepat Pemetaan Kinerja

Kabupaten Cilacap dinilai rentan terhadap peredaran narkoba. Salah satu indikatornya dengan terungkapnya penyalahgunaan narkoba yang merambah masyarakat kalangan usia produktif. Saat ini ada sekitar 16 orang pecandu narkoba dan psikotropika yang direhabilitasi di Klinik Pratama. Selain itu berdasarkan hasil dari pengembangan kasus peredaran narkoba, terungkap fakta mengejutkan bahwa Cilacap telah menjadi salah satu wilayah yang dijadikan tempat gudang penyimpanan narkoba berupa obat obatan terlarang berjenis PCC atau Paracetamol Caffein Carisoprodol yang terletak di Jalan Patimura Desa Buntu Kecamatan Kroya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNNK Cilacap – AKBP Triatmo Hamardiyono mengatakan, akan dilakukan sejumlah upaya percepatan maupun penguatan dalam berbagai program dan satuan kerja BNNK Cilacap. Mencakup dari program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba atau P4GN dan pelayanan perkantoran seperti Klinik Sehati BNNK. Hal tersebut menyusul telah diterimanya anggaran dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran DIPA Tahun Anggaran 2020. Jumlahnya yakni hampir mencapai 2,1 milyar  atau lebih tinggi dibandingkan pada tahun lalu sekitar 1,7 milyar.  Sementara anggaran untuk Seksi Pemberantasan atau yang dikenal dengan Berantas, katanya masih menunggu keputusan dari Provinsi.

“Terkait pelayanan perkantoran, BNNK Cilacap bakal melengkapi sejumlah sarpras alat kesehatan pada pelayanan rehabilitasi di klinik Sehati. Sebab sejak klinik rehabilitasi tersebut diresmikan, diakuinya masih memerlukan berbagai tambahan sarpras kesehatan. Mencakup tempat tidur, alat tensi dan lainnya,” jelas AKBP Triatmo Hamardiyono.

AKBP Triatmo Hamardiyono menargetkan, proses update pemetaan wilayah rawan penyebaran narkoba maupun sasaran program kerja dapat diselesaikan pada awal tahun 2020 mendatang.   (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *