Tiba di Cilacap, KRI Bima Suci Di Sambut Bupati Cilacap

CILACAP – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji bersama unsur forkopimda Kabupaten Cilacap menyambut kedatangan Kapal Republik Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan nama KRI Bima Suci 945 yang membawa taruna/taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) dalam rangka kegiatan  “Kartika Jala Krida” ke Kabupaten Cilacap, bertempat di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Kamis, (21/10/21).

KRI Bima Suci rencananya akan bersandar di Cilacap selama empat hari, dan selanjurnya akan melanjutkan perjalanan menuju Denpasar Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris lembaga AAL Laksmana TNI Syamsul Rizal mengatakan KRI Bima Suci merupakan kapal latih untuk taruna dalam mempraktikan teori – teori yang sudah di pelajari di AAL.

“Ini etape yang ke 11, setelah dari sini mereka ke Bali, baru kembali ke Surabaya. Memang rute ini rute alternatif, karena rute aslinya Bima Suci ini mau ke Australia, Rusia ke Belanda, tapi karena pada bulan Juli Covid lagi tinggi, jadi ada beberapa negara yang kita batalkan, jadi kita keliling Indonesia saja,” jelasnya.

Bupati Cilacap mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada seluruh awak kapal KRI Bima Suci 945 atas singgahnya AAL di Kabupaten Cilacap.

Dengan bersandarnya kapal KRI Bima Suci di Kabupaten Cilacap merupakan suatu peristiwa yang langka, dan itu akan menjadikan anak – anak sekolah menjadi semangat untuk menjadi Angkatan Laut dan ikut serta dalam bidang kemaritiman.

“Cilacap ini dikelilingi laut dan pantai, singgahnya KRI Bima Suci akan membawa semangat anak-anak untuk menjadi pelaut, Angkatan Laut, dan mencintai laut. Maritim ini adalah satu kekayaan yang tidak pernah habis, perlu dijaga. Salah satunya dengan pertahanan yang ada di laut. Kalau sudah bisa mempertahankan laut, mencintai laut, maka Indonesia akan merdeka dengan sesungguhnya. Kita cinta laut, kita cinta Indonesia.” Pungkas Bupati.

Bupati bersama Forkopimda saat penyambutan KRI Bima Suci

Komandan KRI Bima Suci yang juga merupakan Komandan Satgas Kartika Jala Krida tahun 2021,Letkol Laut (P) Waluyo, S. H., M. Tr. Hanla., menyampaikan, Kunjungan ini merupakan Latihan Praktek Lapangan (Latek) Taruna AAL di kapal sebelum kelulusan menjadi Perwira TNI AL, dengan tujuan melatih dan mengaplikasikan semua ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan menggunakan kapal layar TNI AL.

“Pada utamanya ini adalah latihan praktek untuk menggunakan benda – benda angkasa, bisa bintang, bisa bulan, bisa matahari. Memang betul, ketika teknologi sudah tinggi, sekarang 5G mungkin, tapi yang namanya alam sebagai pelaut kami harus mampu memahami dan menggunakan benda – benda angkasa sebagai prinsip dasar,” katanya.

Letkol Laut (P) Waluyo menambahkan, Pelayaran KRI Bima Suci akan dijadikan sarana memperkenalkan Akademi Angkatan Laut kepada masyarakat dengan melakukan open ship.

“Kami dari pihak kapal mengizinkan masyarakat Kabupaten Cilacap untuk mengunjungi dan datang ke kapal ini. Silakan melihat, namun saya imbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Open ship akan dilaksanakan mulai hari ini sampai Minggu karena Senin kita berangkat lagi.” Kata Waluyo.

KRI Bima Suci berlayar ke wilayah-wilayah di Indonesia selama 99 hari sejak 26 Juli 2021 hingga 2 November 2021.

“Kita melewati 13 pelabuhan, Cilacap ini adalah pelabuhan ke-11. Mulai dari Surabaya, Labuan Bajo, Tual, kita sempat singgah di Papua Nugini, Jayapura, Raja Ampat, Morotai, Sebatik perbatasan Indonesia-Malaysia, Tarakan, Natuna, Sabang, Nias kemudian sekarang Cilacap. Senin akan ke Bali dan kembali ke Surabaya.” Jelas Dansatgas KJK Letkol Laut (P) Waluyo.

Kedatangan KRI Bima Suci disambut oleh jajaran Forkopimda dan persembahan Tari Gambyong dari siswi SMA dan SMK yang dilatih oleh Yanti Santoso dari Padepokan Seni Tari Giyan Lakshita.

KRI Bima Suci 945 membawa 89 yang terdiri dari 77 taruna pria dan 12 taruna wanita Taruna AAL Tingkat III Angkatan Ke-68, terdiri dari 4 korp yang di antaranya taruna korp pelaut,taruna korp teknik, taruna korp elektronika  dan taruna korp suply.

Di lain pihak, Taruna AAL Tingkat di KRI Bima Suci juga melakukan Peran Parade Roll yaitu seluruh taruna menaiki tiang-tiang kapal setinggi 52 meter saat akan bersandar dan keluar dari pelabuhan persinggahan.

(Berita/Intan/BercahayaFm)