Tunggakan Biaya Kesehatan Warga Binaan Lapas Nusakambangan di RSUD Cilacap Semakin Membengkak

Narapidana dari sejumlah Lapas Nusakambangan yang selama ini sakit  mendapat rujukan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Kendati demikian tidak adanya alokasi anggaran khusus dari Direktorat Jenderal Pemasyarkatan (Ditjenpas) bagi warga binaan yang menjalani perawatan kesehatan di RSUD Cilacap, membuat tagihan pasien belum terbayar. Bahkan hingga akhir tahun 2019, jumlah tagihan Lapas Nusakambangan di RSUD Cilacap diketahui semakin membengkak.

Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan RSUD Cilacap – Hasanuddin mengungkapkan, total tunggakkan biaya pelayanan kesehatan untuk narapidana dari 5 Lapas yang berada di Nusakambangan saat ini sudah mencapai lebih dari 223 juta rupiah.

Rinciannya antaralain, Lapas Narkotika sebesar 22,7 juta rupiah, Lapas Permisan 29,4 juta rupiah, Lapas Besi 141,7 juta rupiah, Lapas  Batu 9,6 juta rupiah dan Lapas Kembang Kuning sekitar 20,2 juta rupiah.

“Membengkaknya tagihan tersebut, terjadi karena sampai saat ini  RSUD Cilacap masih menerima sejumlah pasien yang diketahui merupakan wargabinaan Lapas Nusakambangan. Meskipun masih menunggak, kita tetap melakukan pelayanan yang terbaik,” kata Hasanudin, Jumat (24/20).

Disinggung soal dampaknya, Hasanuddin mengatakan, RSUD Cilacap yang sejauh ini diketahui sudah menjadi Badan Layanan Usaha Daerah atau BLUD seringkali menemui persoalan dalam hal pengelolaan keuangan. Bahkan dari rencana pendapatan pada tahun  lalu sebesar 135 Milyar tidak tercapai akibat adanya beberapa pihak yang belum memenuhi kewajibannya untuk membayar tunggakkan kepada RSUD Cilacap. Olehkarenanya RSUD Cilacap kedepannya akan melakukan tindakan tegas dengan melayangkan surat peringatan maupun pemberitahuan kepada pihak terkait.

“Tunggakan tersebut diantaranya jelas mempengaruhi kondisi financial kita. Seperti tahun lalu dari segi rencana pendapatan sebesar 135 Milyar tidak tercapai dengan optimal. Tidak menutup kemungkinan jika belum ada itikad baik dari pihak terkait baik Lapas maupun lainnya, kita akan segera memberikan surat peringatan dan pemberitahuan,” ungkap Hasanudin.

Sementara dalam kunjungannya ke Cilacap pada pertengahan Januari lalu, Kadivpas pada Kakanwil Kemenkumham Jateng – Marasidin Siregar mengakui selama ini hutang biaya kesehatan warga binaan Lapas Nusakambangan kepada RSUD Cilacap semakin membengkak. Namun hal tersebut katanya bakal segera ditindaklanjuti oleh pihak Ditjenpas.

“Ya seperti yang sudah diungkapkan kita memang masih ada hutang. Tapi semua akan ditangani sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada oleh Ditjenpas. Sebab biaya pelayanan kesehatan bagi warga binaan yang sakit memang sudah menjadi tanggungan negara,” tandasnya.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *