Wujudkan Profil Pelajar Pancasila, Siswa Diajak Jelajah Tempat Ibadah Gunakan Prokes

CILACAP – Meski sejumlah daerah saat ini masih dalam bayang – bayang pandemi Covid-19, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat dari kalangan dunia pendidikan. Bahkan program “Merdeka Belajar” dari Kemendikbud terus dijalankan.

Seperti yang dilakukan oleh guru peserta Pendidikan Guru Penggerak (PGP) dari SMPN 1 Cilacap – Ika Ratnani yang memberikan aksi nyatanya sebagai guru penggerak dengan mewujudkan profil Pelajar Pancasila terhadap anak didiknya.

Sebanyak enam pelajar dilibatkan langsung dalam program profil pelajar pancasila dengan mengunjungi sejumlah tempat ibadah di Cilacap. Mulai dari Klenteng, Gereja Kristen Jawa, Masjid Agung Darussalam Cilacap, dan Vihara Nusa Dharma Cilacap.

Salah satunya adalah Gracia Jesica Manuela siswa SMP Negeri 1 Cilacap, yang mengamati langsung berbagai ornamen religi di Vihara Nusa Dharma Cilacap. Sementara itu lima teman lainnya, dilibatkan guna mewawancarai Bante Jagaro terkait pengetahuan seputar agama Budha, pada Jumat (27/11).

Guru Penggerak (PGP) sekaligus guru IPS dari SMPN 1 Cilacap – Ika Ratnani mengatakan, bahwa pelajar yang dilibatkan merupakan perwakilan dari kelas masing – masing. Sementara hasil dari kegiatan Jelajah Tempat Ibadah tersebut, nantinya akan mereka webinarkan secara daring kepada teman-teman yang tidak mengikuti kegiatan ini secara langsung.

Ika Ratnani mengungkapkan, kegiatan tersebut selain bentuk aksi nyatanya sebagai Guru Penggerak, juga sebagai upaya mewujudkan profil Pelajar Pancasila sebagaimana arahan Mendikbud tentang program Merdeka Belajar.

“Salah satu profil Pelajar Pancasila adalah berkebhinekaan global. Kebhinekaan tidak akan dapat dipahami dengan hanya belajar di ruang-ruang kelas. Siswa harus diajak langsung melihat kebhinekaan di sekitar mereka. Dengan seperti itu maka mereka akan tahu langsung perbedaan diantara mereka, dan berusaha mencari persamaan dalam bingkai keindonesiaan” jelas Ika.

Ia juga menambahkan, bahwa semua tempat ibadah bersatu padu menerapkan protokol kesehatan bagi umatnya.

“Bahkan di masjid agung, kita bisa melihat setiap Jumat disediakan ratusan sajadah bersih yang dipinjamkan kepada jamaah yang tidak membawa sajadah sendiri. Semua tempat ibadah juga menyediakan tempat cuci tangan dan menjaga jarak jamaah. Ini menunjukan semua agama bersatu melawan corona” tambahnya.

Terpisah, salah satu peserta – Gracia Jesica mengaku, dirinya cukup antusias dengan kegiatan tersebut lantaran mendapatkan hal baru mengenai seluk beluk agama lain.

“Kita jadi tahu tempat ibadah agama lain dan keragaman tradisi masing-masing agama. Kita jadi sadar, kalau budaya kita sangat kaya dan bisa menjadi modal persatuan kita” jelas Gracia.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *