65 Guru di Cilacap Ikuti Lokakarya Guru Penggerak

Foto : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Budi Santosa memberikan sambutan pada Lokakarya Perdana Pendidikan Guru Penggerak Kabupaten Cilacap.

Salah satu program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan era Mendikbud Nadiem Makarim adalah Program Pendidikan Guru Penggerak. Meski menggunakan moda daring karena masa pandemi, namun antusiasme 65 Guru Penggerak di Kabupaten Cilacap terlihat sangat tinggi dalam mengikuti program Lokakarya Perdana yang digelar Rabu (14/10) melalui aplikasi zoom dan google meet. Tak hanya para Guru Penggerak, sebagian besar kepala sekolah juga turut mengikuti program yang dihelat oleh P4TK Matematika Kemdikbud tersebut.

Pada lokakarya tersebut, para peserta melakukan diskusi dan simulasi tentang Program Pendidikan Guru Penggerak, utamanya tentang harapan dan kekhawatiran terhadap pelaksanaan program, serta komitmen untuk melaksanakan program. Meski dilakukan secara daring, namun peserta tidak terlihat bosan karena Pendamping mengelola kelas Guru Penggerak dengan sangat baik.

Ketua Agen Perubahan Guru Penggerak P4TK Matematika Kemdikbud Yuliawanto dalam sambutan pembukaan mengungkapkan bahwa program Guru Penggerak ini merupakan rangkaian panjang dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru.

“Dulu ada Guru Pembelajar, PKB dan saat ini Guru Penggerak. Semua benang merahnya untuk meningkatkan kualitas guru. Hanya kali ini fokusnya untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan pembelajaran sebagaimana amanah dari Mas Menteri (Nadiem Makarim)” ujar Yuliawanto.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Budi Santosa sangat antusias dengan program ini. Menurutnya sebagai kabupaten terbesar di Jawa Tengah, pihaknya akan mendukung penuh program ini agar transformasi pendidikan di Kabupaten Cilacap bisa dilaksanakan.

“Guru Penggerak ini sangat potensial untuk mentransformasi dan menginspirasi karena mereka adalah agen-agen yang akan menjaga kebhinekaan dan juga nilai Pancasila. Saya berharap karena ini program panjang sembilan bulan, di masa pandemi, para guru bisa menjaga ritme kerjanya” harap Budi.

Salah satu Kepala SD Karangreja 01 Cimanggu Kurman yang mengikuti sesi pagi hingga sore mengungkapkan bahwa pihaknya akan mendukung penuh kegiatan guru penggerak.

“Kami akan suport penuh dengan sarana prasaran selama kegiatan berlangsung. Program ini kami harap bisa memajukan sekolah kami” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *