75 Persen Peredaran Narkoba Dikendalikan Dari Lapas

Peredaran Narkoba di Indonesia semakin memprihatinkan. Bahkan kini makin beragam jenis dan modus peredarannya, termasuk merambah media sosial dengan target utamanya generasi muda.

Berdasarkan penyelidikan BNN Provinsi Jateng, 75 persen peredaran barang haram ini dikendalikan dari dalam Lapas dan disalurkan melalui media online. Sementara untuk Kabupaten Cilacap, beberapa waktu lalu terungkap belasan pemuda terjerat kasus Narkoba yang didapatkan melalui jejaring sosial.

Kepala BNNK Cilacap AKBP Triatmo Hamardiono disela kegiatan Forum Komunikasi Anti Narkoba Berbasis Media Online Bagi Netizen pada Rabu malam kemarin mengatakan, dibutuhkan peran banyak pihak untuk membentengi generasi muda. Salah satunya dilakukan pihaknya dengan mengajak Dinas Komunikasi Informatika dan media massa. Dua pihak ini diharapkan mampu berperan dalam mengawal perkembangan teknologi terutama media sosial serta mengkampanyekan gerakan anti narkoba melalui medsos.

“Data itu merupakan hasil pengungkapan BNNP Jateng, pengungkapannya diluar kemudian dikembangkan dan ditemukan fakta bahwa 75 persen peredaran Narkoba dikendalikan dari Lapas. Sekecil apapun informasi akan kami telusuri apabila terindikasi di Cilacap terdapat jaringan lapas, tentunya dilakukan sesuai peraturan yang ada,” ungkapnya.

Sementara Kepala Diskominfo Cilacap – Wijaya mengatakan, sampai saat ini di Indonesia belum memiliki alat maupun software pendeteksi peredaran Narkoba melalui medsos. Sehingga diperlukan kesadaran bersama dan diharapkan netizen harus lebih proaktif serta mampu memanfaatkan medsosnya dengan bijak. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *