Aksi Pengimbasan Stem SMP PGRI 1 Cilacap Mulai Di Akselerasikan

CILACAP – Setelah mengikuti workshop STEM Education Leadership batch 1 tanggal 3-9 oktober  di bandung, Rochayati  guru matematika SMP PGRI 1 Cilacap sekaligus merupakan guru penggerak kabupaten cilacap membuat program APSS atau Aksi Pengimbasan Stem SMP PGRI 1 Cilacap yang dilaksanakan Kamis, 14 Oktober 2021.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan ilmu maupun materi-materi yang telah di dapatkan dalam workshop tersebut, dengan harapan seluruh komponen di sekolah mengetahui, mengenal, dan nantinya dapat mengimplementasikan pembelajaran STEM di sekolah.

Kegiatan ini dihadiri oleh para guru SMP PGRI 1 Cilacap dan mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah. Para guru dalam teknisnya turut diwajibkan membawa laptop, hal ini dikarenakan setelah pemaparan materi mereka secara langsung melakukan simulasi bersama dalam pembuatan aplikasi.

Waka Kurikulum SMP PGRI 1 Cilacap – Ir. Tri Pratikno mengungkapkan, bahwa dirinya sangat mendukung program ini dan berkomitmen untuk menerapkan pembelajaran STEM di sekolah. Terlebih menurut dia selaras dengan dirinya yang seorang guru IPA di SMP PGRI 1 Cilacap.

Pihaknya berkomitmen akan membuat jadwal bergilir setiap guru membuka kelas untuk pembelajaran STEM setahun sekali.

“Ada guru model dan guru observer, yang mana nantinya akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan pembelajaran di sekolah,” kata dia.

Sementara itu kepala SMP PGRI 1 Cilacap – Sri Surtini, S.Pd. mengungkapkan, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi guru. Terlebih dengan membuka kelas setiap guru akan mendapat pengalaman sebagai guru model maupun observer.

“Sehingga mereka dapat mengambil pengalaman yang terbaik dalam meningkatkan pembelajaran di sekolah. Selama ini supervisi hanya dilakukan oleh pengawas, kepala sekolah maupun guru senior, sehingga program ini adalah awal yang baik untuk berkolaborasi para guru dalam meningkatkan kompetensinya,” dia.

Salah satu guru senior – Endi Mulyanto, S.Pd. mengungkapkan, bahwa dirinya sangat antusias mengikuti simulasi pembuatan aplikasi dan hal ini sangat bermanfaat dalam menerapkan pembelajaran STEM.

“Sehingga para guru yang telah dibekali dalam pembuatan aplikasi ini dapat menyalurkan kepada para siswa di kelas supaya mereka nantinya dapat bereksplore dan mengembangkan sendiri bahkan dapat menciptakan aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Senada, Rochayati berharap dengan kolaborasi ini dapat meningkatkan kompetensi guru dan mutu sekolah. Selain itu para siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran karena pembelajaran STEM berbasis aktivitas yang selaras dengan solusi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami para siswa mempunyai bekal kecakapan hidup yang cukup ketika berada dalam masyarakat,” pungkasnya.

(Guruh)