Alat Pendeteksi Dini Bencal Minim Perawatan


Alat pendeteksi dini bencana alam atau EWS yang terpasang disejumlah wilayah Kabupaten Cilacap diketahui saat ini kondisinya memperihatinkan. Bahkan dari 45 unit EWS Gempa Bumi dan Tsunami, hanya sekitar 26 unit saja yang masih berfungsi baik. Sedangkan untuk EWS pendeteksian bencana tanah longor dan likuifaksi hanya tersisa satu unit yang terpasang di Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur. Disinyalir minimnya perawatan menjadi penyebab rusaknya sejumlah EWS di Cilacap.

Kalakhar BPBD Cilacap – Tri Komara Sidhy mengungkapkan, terkait perawatan EWS yang ada diwilayahnya menjadi persoalan yang cukup kompleks. Sebab mayoritas dari puluhan unit EWS yang terpasang sampai saat ini statusnya bukan milik Pemkab Cilacap atau masih belum dihibahkan oleh pihak ketiga. Sehingg BPBD Cilacap hanya melakukan perawatan ringan.

Lebih lanjut, kendati EWS memiliki fungsi yang penting dalam mitigasi bencana alam, minimnya suku cadang dan anggaran membuat BPBD Cilacap kesulitan untuk melakukan perawatan pada unit yang dinilai sudah usang. Ia menggambarkan dari satu unit EWS, dalam setahun dapat memakan biaya pemeliharaan yang cukup fantastis, minimal sekitar 25 juta.

Berdasarkan kondisi tersebut, BPBD Cilacap berencana melakukan upaya tambal sulam pada unit EWS yang rusak melalui usulan bantuan pengadaan 75 unit EWS baru dari pemerintah pusat bersumber dari dana APBN.

“Nantinya kita pasang tambal sulam di 26 titik EWS yang lama dan sisanya di titik baru yang belum terpasang. Kita harapkan dapat lebih dari sepuluh yakni sesuai usulan 75 unit dengan kualitas yang bagus,” jelasnya.

Tri Komara berharap pemerintah pusat dapat menanggapi serius persoalan mitigasi bencana di Kabupaten Cilacap. Sebab sampai saat ini Kabupaten Cilacap masih menduduki peringkat tertinggi kerawanan bencana alam di Jawa Tengah dan ke 17 ditingkat Nasional.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *