Alat Uji Kualitas Udara Rusak, Wabup Cilacap : Kualitas Sarpras Laboratorium Lingkungan Hidup Harus Terus Di Tingkatkan

Petugas dari UPT Laboratorium Lingkungan DLH Kabupaten Cilacap sedang melakukan pengujian kualitas udara.

CILACAP – UPT Laboratorium Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap sejauh ini telah berhasil mempertahankan regristrasi dan sertifikasi yang dicetuskan oleh KAN atau Komite Akreditasi Nasional. Meski demikian, hal ini ternyata masih memerlukan sentuhan dari Pemerintah Daerah. Pasalnya hingga saat ini masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Seperti keterbatasan alat penguji kualitas udara.

Mirisnya alat tersebut masih belum mencukupi kebutuhan dilapangan. Pada tahun 2022 ini, tercatat baru ada satu alat yang dimiliki UPT Laboratorium Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap. Tragisnya, kini dalam kondisi rusak dan belum dapat digunakan.

Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Hidup Cilacap – Yuniati Erlina mengaku, bahwa sejauh ini banyak permohonan layanan terkait uji kualitas udara. Diantaranya dari kalangan perusahaan maupun masyarakat. Sementara keterbatasan yang ada, dikatakan membuat beberapa pemohon akhirnya melakukan uji layanan serupa ke pada pihak lain.

“Kita baru punya satu, sementara masih rusak dan belum bisa digunakan. Memang kalau dari perusahaan itu dilapangan pengujian kualitas udara sangat penting. Keterbatasan ini sangat kami rasakan, karena pengujian yang dilakukan petugas itu menggunakan alat khusus tersebut secara real time 24 jam penuh. Belum lagi dari beberapa pihak perusahaan, terkadang meminta tidak hanya pada satu titik atau area saja yang diperiksa,” jelas dia.

Sementara itu Wakil Bupati Cilacap – Syamsul Aulia Rahman mengatakan, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian dari pihak terkait, yakni Dinas Lingkungan Hidup. Mengingat Kabupaten Cilacap sendiri dikenal sebagai daerah industri dan pro investasi. Sehingga perlu adanya keseriusan bersama dalam menciptakan iklim yang baik. Adapun baik dari segi lingkungan hidup, maupun iklim investasi di Cilacap.

Dalam hal ini dikatakan, terdapat salah satu solusi alternatif untuk UPT Laboratorium Lingkungan Hidup. Salah satunya mengusulkan pengadaan alat uji kualitas udara pada Anggaran Perubahan 2022 maupun dimasukan pada anggaran 2023 mendatang.

“Jadi kalau sudah dilengkapi, nantinya jika ada permohonan dari masyarakat atau perusahaan maupun untuk memenuhi keperluan para investor, kedepannya bisa segera dilaksanakan atau terlayani ole DLH atau UPT Laboratorium Lingkungan Hidup,” kata Wabup Syamsul Aulia Rahman.

Wabup juga berpesan kepada semua pihak untuk turut membantu pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan. Dalam hal ini kualitas udara yang baik melalui upaya penghijauan yang dapat dilakukan dilingkungan sekitar masing – masing.

“Kita bisa menjaganya dengan upaya penghijauan, seperti menanam bibit pohon ditempat yang memang tersedia di lingkungan sekitar,” pungkasnya.

(Guruh)