Angka Kemiskinan Jateng Turun

Saat ini pembangunan Jawa Tengah diklaim terus bergerak dan semakin baik. Indikasinya dengan angka pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Pada Tahun 2017 pertumbuhannya sebesar 5,27 persen. Capaian ini lebih baik dari pada pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,07 persen.

Indikator lain, penduduk miskin di Jawa Tengah terus mengalami penurunan. Pada bulan Maret 2018, jumlahnya mencapai 3,9 juta orang atau sekitar 11 persen. Angka ini berkurang sebesar 300 ribu lebih orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang berada pada angka 4,20 juta orang atau sekitar 12 persen.

Data ini diungkapkan Sekda Cilacap – Farid Ma’ruf saat menjadi Inspektur Upacara HUT ke-68 Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Jati Persada pada Rabu pagi. Menurutnya, angka tersebut kemiskinan yang ada lebih kecil dari tahun 2016 dan tahun 2015. Penurunan persentase penduduk miskin Jawa Tengah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa.

Oleh karenanya, dengan tren positif tersebut, Pemprov Jateng berkomitmen akan terus menggalakkan reformasi birokrasi pada segenap jajarannya. Namun demikian Zona Merah Kemiskinan masih menjadi PR bersama. Sehingga pembangunan nantinya diarahkan kepada masyarakat miskin dan tidak mampu, khususnya petani, nelayan dan UMKM. Seperti pembangunan RTLH, Kartu Tani, KJS. pemberian akses kredit usaha yang mudah dan berbunga rendah bagi UMKM.

Farid Maruf berharap program strategis Pemkab Cilacap dalam hal pemerataan pembangunan di RPJMD maupun RKPD akan terealisasi secara optimal. (Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *