Antisipasi Kerugian Jika Gagal Panen, Petani Disarankan Ikut AUTP

CILACAP – Usaha di sektor pertanian khususnya usaha tani padi, dihadapkan pada resiko ketidakpastian yang cukup tinggi, antara lain kegagalan panen yang disebabkan bencana alam seperti banjir, kekeringan, serangan hama dan penyakit tanaman, yang menjadi kerugian para petani.

Namun, saat ini petani tak perlu khawatir, karena Kementrian Pertanian  telah memfasilitasi melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada  petani jika terjadi  gagal panen. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, melalui Kasi Pembiayaan dan Investasi di Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Endah Tri Wahyuni mengatakan,  Petani akan mendapat pertanggungan sebesar Rp. 6 juta per hektar per musim, dengan intensitas kerusakan minimal 75%, sehingga petani tetap memiliki modal untuk memulai kembali budidaya pertaniannya.

“Premi yang ditetapkan sebesar Rp. 180.000 per hektar per musim, namun ada subsidi dari pemerintah sebesar 80% atau Rp.144.000,- jadi petani hanya membayar 20% atau Rp. 36.000,- perhektar permusim.” Jelas Endah.

Lebih lanjut, Endah menyebut, ada 3 Kecamatan yang sudah mengajukan klaim AUTP ke Dinas Pertanian Kabupaten  yakni  Kroya  5 Kelompok Tani, Jeruklegi 3 Kelompok Tani dan Gandrungmangu 6 Kelompok Tani, yang masing – masing disebabkan oleh banjir dan serangan hama tikus, dengan luas total 66,04 Hektar dengan nilai pertanggungan Rp. 396.240.000.

“Harapan kita, paling tidak keikutsertaan petani secara mandiri untuk bisa beransuransi semakin tahun semakin meningkat, karena target dari Kementrian Pertanian, ialah 6.000 Hektar, dan realisasi di Kabupaten Cilacap sampai bulan Juni 2021, sudah mencapai 4.617,66 Hektar.” Harapnya.

Reporter : (Intan)

Sumberfoto : Google

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *