Berita Hoax Makin Marak, Ada Aplikasi Penyaringnya

Tingginya penggunaan media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Karena kemajuan akses informasi pada era globalisasi ini membuat semua orang mampu mengakses serta membuat postingan pada penggunaan media sosial.

Aturan tentang keterbukaan informasi publik semakin berpeluang memunculkan berbagai berita bohong dan ujaran kebencian. Bahkan data Badan Intelejen Negara, 60 persen berita pada media sosial saat ini adalah hoax. Demikian disampaikan kordinator Masyarakat Anti Fitnah Indonesia atau Mafindo) – Astin Mei Ningsih pada acara Fokus Grup Diskusi Antisipasi Berita Hoax dan Ujaran Kebencian. Acara berlangsung di Hotel Dafam Cilacap Senin pagi.

Kepada Berchaya FM Astin Mei Ningsih mengatakan, banyaknya media abal – abal yang memberitakan hoax harus ditangani dengan tepat. Salah satunya menggunakan Aplikasi Hoax Buster Tools, yaitu aplikasi berbasis android dengan sistem penyaringan dan verifikasi berita hoax pada pencariannya.

Astin menambahkan kerjasama antar lintas generasi maupun golongan juga menjadi hal yang penting dalam memberantas berita hoax. Baik dari masyarakat, penyuluh agama, maupun POLRI, diminta lebih proaktif dalam memberantas brita hoax dan ujaran kebencian sesuai tupoksi masing – masing.

Kegiatan Forum Grup Diskusi Antisipasi Berita Hoax dan Ujaran Kebencian dihadiri 150 peserta yang terdiri dari perwakilan SKPD, Forkompimda, sejumlah tokoh agama dan masyarakat se Kabupaten Cilacap. (grh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *