BMKG Himbau Peningkatan Resiko Bencana Hidrometeorologi

CILACAP – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kabupaten Cilacap terus menghimbau kepada masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menyampaikan, bahwa di bulan November ini di wilayah Cilacap bagian selatan memasuki puncak musim penghujan.

“Di wilayah Cilacap bagian tengah, puncak musim penghujan akan terjadi pada bulan Desember. Sedangkan untuk wilayah Cilacap bagian barat, puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Januari 2022 mendatang,” kata Teguh.

Musim penghujan tahun ini juga di barengi dengan adanya La Nina. Untuk itu masyarakat di himbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang ataupun angin puting beliung. Karena dengan adanya La Nina, intensitas curah hujan akan semakin meningkat.

“Musim hujan saat ini harus siaga , karena musim hujan tahun ini berbarengan dg kejadian La Nina yang dapat menyebabkan intensitas curah hujan akan bertambah, sehingga jumlah akumulasi curah hujan juga meningkat, yakni antara 40 – 70 persen,” kata Teguh.

Berdasarkan perkembangan monitoring terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, menunjukan bahwa saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina yakni sebesar -0.61. (tan/bercahayafm)

dok : ilustrasi google