Bupati Dorong Foraci Jadi Embrio Generasi Milenial Berkualitas di Cilacap

Bupati Cilacap – Tatto Suwarto Pamuji didampingi Kepala Dinas KB PP dan PA – Murniyah melantik Pengurus Foraci di Fave Hotel Cilacap, Rabu (19/05).

CILACAP – Perhatian pemerintah terhadap pemenuhan hak-hak anak kini semakin nyata. Salah satu indikatornya adalah dengan diterbitkannya perundang-undangan dan Peraturan Pemerintah yang terkait dengan kepentingan anak, termasuk pembentukan Forum Anak. 

Yakni berdasarkan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Forum Anak.

Forum Anak adalah wadah partisipasi anak yang anggotanya merupakan perwakilan dari kelompok anak atau kelompok kegiatan anak atau perseorangan, dikelola oleh anak dan dibina oleh pemerintah, sebagai sarana menyalurkan aspirasi, suara, pendapat, keinginan dan kebutuhan anak dalam proses pembangunan.

Demikian disampaikan Bupati Cilacap – Tatto Suwarto Pamuji dalam kegiatan pelantikan pengurus Forum Anak Cilacap atau Foraci masa bakti 2020 – 2022, di Fave Hotel Cilacap, Rabu pagi (19/05/21).

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan, dalam hal ini dapat dipastikan Negara wajib menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak untuk berpartisipasi dan menyampaikan pendapat dalam setiap tahapan pembangunan sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasannya. Salah satu sarana untuk berpartisipasi dan menyampaikan hak anak tersebut adalah melalui forum anak. Forum anak ini dibentuk secara berjenjang mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa maupun kelurahan.

Terkait pelantikan pengurus Foraci atau Forum Anak Cilacap,  diharapkan nantinya dapat melahirkan generasi milenia yang berkualitas guna menghadapi bonus demografi ditahun mendatang. Olehkarenanya pemerintah kini hadir dengan  memberikan berbagai bekal pelatihan. Diantaranya pelatihan konvensi hak anak, peran Foraci dalam perencanaan pembangunan, peran Foraci sebagai pelopor dan pelapor serta strategi dalam membentengi diri sendri melalui self care atau teknik menolong diri sendiri.

“Bonus demografi dikemudian hari harus benar – benar kita pikirkan dan persiapkan bersama. Masadepan negara ini teramasuk Cilacap ini semua ada dipundak anak – anak. Jadi anak – anak harus kita didik dan perhatikan seoptimal mungkin,” ungkap Bupati.

Bupati berharap agar forum ini dapat eksis dan terus berkarya, sehingga mampu mencapai apa yang menjadi tujuan pembentukan Forum Anak Cilacap ini. Diantaranya dengan beberapa program kegiatan yang diminta untuk tidak muluk-muluk, namun dapat dilaksanakan dengan baik dan berkelanjutan.

“Kepada para pengurus Forum Anak Cilacap yang dikukuhkan pada hari ini, saya juga meminta agar menjadi pengurus yang berprestasi, berkreasi dan berinovasi untuk memajukan Forum Anak Cilacap masa bhakti tahun 2020 – 2022,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas KB PP dan PA Cilacap – Murniyah menyampaikan, peran anak yang ada dalam kepengurusan Foraci  siap menjadi pelopor maupun pelapor dalam pembangunan daerah dan lainnya.

Murniyah menyebutkan, ada dua cara yang dapat dilakukan oleh mereka untuk berpartisipasi menjadi agen perubahan atau pelopor. Yakni dengan cara membangun kebiasaan positif, inovatif dan kreatif yang dimulai dari diri sendiri dan mengajak orang lain untuk melakukan kebiasaan tersebut. Kemudian melakukan pemetaan dan pemilihan isu sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan anak serta memberikan alternative solutif atas isu tersebut.

Sedangkan peran anak sebagai pelapor dilakukan dengan melaporkan hambatan pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dialami sendiri maupun orang lain kepada orang dewasa yang dipercaya oleh anak dan dianggap mampu melindungi anak. Selain itu laporan juga bisa disampaikan kepada pendamping dan fasilitator berdasarkan informasi dan data pada wilayah masing-masing.

Murniyah menambahkan, Foraci sejauh ini memiliki 47 orang anak sebagai anggotanya. Mereka merupakan perwakilan dari setiap Kecamatan di Cilacap, yakni mulai dari Kecamatan Dayeluhur hingga Nusawungu.

“Diharapkan mereka yang saat ini telah dilantik dapat menjadi ujung tombak daan menjadi suatu penularan ditingkat Kecamatan hingga Desa. Kemudian diharapkan lebih jauh oleh kementerian pemberdayaan perempuan dan anak agar anak – anak ini terjamin hak – haknya serta berkembang dengan leluasa,” pungkasnya.

Adapun dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Cilacap turut mengundang sejumlah narasumber guna memberikan pelatihan kepada Foraci hingga satu hari kedepan.

Diantaranya Yuli Sulistiyanto dari Yayasan Setara Semarang, materi Konvensi Hak Anak, dan Optimalisasi Peran Forum Anak Sebagai Pelopor dan Pelapor. Kemudian Amin Muhtada, SKM, M.Kes, Kabid Pemkesra pada Bappeda Cilacap, materi Peran Forum Anak Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah. Selanjutnya Dr. Ugung Dwi Ario Wibowo, S.Psi, M. Psi, Psikolog dari Univeristas Muhammadiyah Purwokerto sekaligus Wakil Ketua Himpunan Psikolog Provinsi Jawa Tengah, Materi Self Care atau Teknik Menyelamatkan Diri Sendiri.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *