Covid-19 Masih Tinggi, Bupati Cilacap : Forkopimda Harus Siap Turun Kelapangan

CILACAP – Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cilacap masih terus mengalami peningkatan. Salah satu indikatornya adalah berdasarkan data update Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Per 16 Juni 2021, kasus konfirmasi aktif di Kabupaten Cilacap mencapai 973 kasus.

Olehkarenanya berbagai upaya pencegahan maupun penanganan terus dioptimalkan oleh Pemkab Cilacap, yakni guna menekan penularan dan persebaran Covid-19.

Diantaranya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM hingga berskala mikro, operasi protokol kesehatan, maupun isolasi terpadu agar varian baru B.1617.2 dari India yang sempat ditemukan pada ABK asing tidak menyebar luas.

Dikonfirmasi tim pemberitaan LPPL Radio Bercahaya FM Cilacap, Bupati Cilacap – Tato Suwarto Pamuji mengungkapkan, bahwa sejauh ini untuk penanganan Covid-19 diwilayahnya sudah cukup baik. Seperti pada kasus  varian B.1617.2 India yang ditemukan pada ABK Asing sudah dapat diredam.

Namun demikian, Bupati tidak ingin lengah maupun kecolongan, olehkarenanya seluruh pihak diminta untuk tidak lengah. Bahkan jika diperlukan, nantinya Forkopimda Kabupaten Cilacap diharuskan untuk siap terjun langsung ke lokasi guna melakukan penanganan Covid-19.

Pernyataan Bupati ini ternyata bukanlah main – main, namun langsung dibuktikan dengan adanya kegiatan peninjauan oleh Forkopimda ke zona merah Covid-19. Yakni di Desa Karangrena, Kecamatan Maos, yang baru – baru ini mengalami ledakan kasus positif Covid-19. Data Satgas Penanganan Covid-19 pada 16 Juni 2021, jumlah kasus konfirmasi positif di desa tersebut sebanyak 59 kasus.

“Kalau perlu saya sendiri yang akan turun langsung untuk memimpin ke zona merah. Hari ini saya juga sudah perintahkan dan sudah berangkatkan Sekda serta Forkopimda ke Karangrena. Bahkan kalau diperlukan pemantauan seluruh jajaran harus siap untuk berbagai kemungkinan, sekalipun harus tidur disana,” tegas Bupati.

Sementara itu Kepala Satpol PP Cilacap – Yuliaman Sutrisno mengungkapkan, saat ini Pemkab Cilacap sudah membentuk fasilitasi kepada masyarakat berupa isolasi terpusat dibeberapa daerah yang dinilai masuk zona merah. Seperti di Desa Karangrena, dan Kecamatan Sampang, serta Kecamatan Cimanggu, dan Gandrungmangu.

“Yang kita laksanakan pertama dari satgas paling utama adalah tetap pada protokol kesehatannya terlebih dahulu, kemudian penindakan. Saat ini sudah dilakukan pemusatan isolasi di Karangrena, Sampang, dan Cimanggu serta Gandrungmangu,” kata dia.

Terkait Klaster hajatan yang masih bermunculan, Yuliaman mengungkapkan, kedepan untuk pemantauan maupun penindakan terhadap pelanggaran pelaksana hajatan akan lebih diintensifkan.

“Bukan tidak boleh memiliki acara hajatan, tapi memang yang utama adalah diwajibkan berizin sebagai mana aturan yang berlaku, serta melengkapi standar prokes Covid-19 dan pembatasan jumlah tamu undangan, maupun lainnya,” pungkas Yuliaman.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *