DBD Mulai Mewabah Di Cilacap, Satu Orang Meninggal

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mewabah di Kabupaten Cilacap. Salah satu indikatornya adalah hingga memasuki minggu kelima tahun 2020 ini,  terdapat  52 temuan kasus.  Bahkan diantaranya ada satu orang pasien yang dinyatakan telah meninggal dunia akibat DBD.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap – dr Pramesti Griana Dewi mengatakan, wabah tersebut mayoritas ditemukan diwilayah timur Cilacap. Yakni tepatnya di Kecamatan Nusawungu.

Lebih lanjut, kejadian serangan DBD diawal tahun ini dinilai hampir sama dengan tahun sebelumnya. Dijelaskan, sepanjang bulan Januari 2019, kejadiannya mencapai 32 kejadian dan mengalami peningkatan sampai minggu ke 12. Sedangkan untuk tahun 2020, sampai Januari  tercatat ada 40 kejadian.

dr. Pramesti mengungkapkan, mewabahnya penyakit DBD di Cilacap disebabkan oleh faktor lingkungan dan cuaca ekstrem yang dinilai cocok dengan masa reproduksi nyamuk jenis Aedes Aegypti. Yakni  merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

Olehkarenanya Dinas Kesehatan Cilacap bersama instansi lainnya langsung meresponnya dengan melakukan sejumlah upaya penanggulangan DBD. Meliputi Fogging Focus, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Abatisasi selektif dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pola hidup sehat.

“Pemberantasan sarang nyamuk atau PSN akan lebih efektif jika dilakukan secara mandiri dan serentak oleh seluruh masyarakat dengan gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Sehingga masyarakat bertanggung jawab akan kesehatan masing-masing dengan fasilitasi dari tenaga kesehatan,” kata dr Pramesti, Selasa (11/02/20).

dr.Pramesti berharap, angka kasus DBD di Kabupaten Cilacap  dapat ditekan jumlahnya. Diantaranya dengan melakukan langkah 3M atau PSN serentak yang juga akan diprogramkan guna menyambut Hari Jadi Kabupaten Cilacap pada Maret mendatang.

“Pekan PSN Serentak mendatang, tentunya memerlukan dukungan dari semua pihak. Sehingga hasilnya akan lebih efektif dan optimal,” pungkasnya.

(guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *