DCF 2021, Gubernur Jateng : Awalan Yang Baik Untuk Menggelar Pariwisata di Jateng

BANJARNEGARA – Menurunnya kasus pandemi belakangan ini menjadi angin sejuk bagi sejumlah pihak. Pasalnya dari kondisi ini sejumlah daerah telah dinyatakan aman dan diperbolehkan untuk kembali membuka destinasi pariwisata. Tentunya dengan menggunakan beberapa penyesuaian protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Seperti hal nya Even Dieng Culture Festival (DCF) ke-16 tahun 2021 yang sukses digelar secara hibrid, yakni baik virtual maupun offline dengan jumlah peserta terbatas selama dua hari lamanya. Yakni Senin 1 November sampai Selasa 2 November 2021.

Adapun dalam pembukaan Dieng Culture Festival 2021, Gubernur Jateng – Ganjar Pranowo mengatakan, terkait teknis penyelenggaraan even pariwisata ditengah pandemi menjadi awalan yang baik bagi sektor pariwisata di Jateng, serta dapat menjadi pengalaman tersendiri untuk pelaksanaan DCF tahun depan.

“Yang terpenting selain mereka wisatawan happy, tapi juga harus memenuhi protokol kesehatan yang ada,” kata Ganjar Pranowo.

Sementara itu dalam serangkaian kegiatan DCF 2021, prosesi pencukuran rambut gimbal menjadi puncak acara yang digelar di Kompleks Rumah Budaya Dieng tersebut. Ritual potong rambut gimbal merupakan bentuk kearifan lokal yang menjadi khasanah budaya di Indonesia. Bocah bajang berambut gimbal ini merupakan fenomena yang masih sulit dijelaskan dengan akal sehat.

Dalam prosesinya diantaranya kali ini melibatkan lima bocah bajang, antara lain Ayumna Arfiana Sakdiyah (6), Nur Asyifa Aula Putri (3), Alwi Arobi Farhat (7), Shakila Alana Maritsa (6), dan Monita Alisia (5).

Uniknya dari prosesi ini, para anak bajang berambut gimbal memiliki bentuk permintaan yang harus dipenuhi sebelum dicukur. Sebab jika tidak terpenuhi, kerap kali rambut gimbal yang sudah dicukur akan kembali tumbuh. Bahkan diketahui ada beberapa kasus diluar nalar seperti menyebabkan anak mengalami demam maupun hal tidak biasa lainnya.

Di antara permintaan yang mereka ajukan, antaralain pementasan seni tari Rewo-rewo khas Wonosobo, minta dicukur di Dieng, sepeda hingga sekadar jajan.

Sementara itu ibu dari Monita Alisia, yakni Karni mengatakan, jika rambut gimbal mulai tumbuh pada anaknya sejak kecil atau duduk dibangku TK.

“Dulu itu pertamakali waktu TK udah muncul keliatan gimbal. Sempet dicukur tapi tumbuh lagi, dulu minta balon empat tapi saya kelebihan malah kasih lima. Jadi sekarang mau dicukur lagi, mintanya kalo sekarang sih cuma maunya dicukur di Dieng,” kata Karni.

Untuk diketahui Dieng Culture Festival 2021 kali ini digelar sederhana dan terbatas. Bahkan beberapa kegiatan lainnya seperti Jazz Atas Awan maupun pelepasan Lampion ditiadakan pada tahun ini. Hal ini dilakukan lantaran kedua kegiatan ini dianggap berpotensi dapat menimbulkan kerumunan.

(Guruh)