Desa Kemojing Jadi Pilot Project Penelitian SDGs Desa

CILACAP – Direktur Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Tengah Tenaga Pendamping Profesional Indonesia (KPW TPPI) Kementerian Desa PDTT, Evy Nurmilasari belakangan ini menyatakan mengagumi konsep Sustainable Development Goals (SDGs) Desa yang diterapkan dalam melakukan pembangunan desa berkelanjutan.

Menurut Evy, konsep SDGs Desa yang digagas Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar ini tak hanya mutakhir dari sisi Indonesia. Namun dinilai juga dapat menjadi pembelajaran bagi pembangunan desa-desa di seluruh dunia.

“Pasalnya ini menjadi ide yang sangat baik. Dalam SDGs Desa juga menerapkan pola mata rantai, khususnya dalam rangka penguatan Desa sebagai Miniatur Bangsa Indonesia, disamping penguatan kembali jaringan perekonomian sosial budaya dan ruh asal usul desa di era new normal. Ini jelas langkah konkrit dari Transformarsi,” ujarnya saat pelatihan Neumerator Peneliti Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kemendesa PDTT RI di desa Desa Kemojing, Rabu (02/12/20)

Lebih lanjut, Koordinator Kegiatan Penelitian Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kemendesa PDTT RI di Kabupaten Cilacap – Evy Nurmilasari mengatakan, bahwa sebagaimana arahan Menteri Halim atau yang akrab di sapa Gus Menteri, SDGs Desa merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.

“Penelitian akan dilaksanakan di wilayah Desa Pesisir dan Pegunungan di Wilayah Jateng. Desa Kemojing, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap ini salah satu pilot project penelitian berkaitan dengan SDGs Desa,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut bertujuan agar seluruh masyarakat desa, kepala desa, aparat desa, dan pegiat desa mengetahui persis arah dan tujuan pembangunan desa.

“Setiap warga, kepala desa, aparat desa, dan pegiat desa perlu tahu, bahwa desa-desa di Indonesia ini mau di bawa kemana. Maka sangat perlu perhatainnya dengan merujuk pada SDGs yang kemudian diterjemahkan ke dalam Perpres No 59 tahun 2017, kemudian kita turunkan lagi di tingkat desa yang kita sebut SDGs Desa,” terangnya.

Koordinator Perwakilan Wilayah Jawa Tengah tersebut mengatakan, SDGs Desa memiliki keistimewaan dari sisi kebudayaan. Ia juga menegaskan, pembangunan desa berkelanjutan dalam konsep SDGs Desa tidak boleh lepas dari akar dan budaya yang dimiliki oleh masing-masing desa.

Sebab menurutnya, adat/budaya di desa-desa merupakan kekayaan Bangsa Indonesia yang harus tetap dipertahankan.

“Sehingga desa di Cilacap tetaplah Desa sebagaimana kewenangan Asal Usulnya, Kabupaten Cilacap memiliki Desa pesisir (Nusawungu-Kampunglaut) tetap desa yang memiliki karakter desa pesisir, sementara Cilacap Pegunungan (Karangpucung-Dayeuhluhur) yang didominasi Sunda tetaplah desa yang memiliki karakter desanya yakni Sunda. Desa-desa di Cilacap sebagaimana asal usulnya. Desa dengan Karakter Desanya, yang Jawa maupun yang Sunda,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kemojing, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap – Harjito mengaku, berterimakasih atas dipilihnya Desa Kemojing menjadi pilot project penelitian dan pertama kalinya mendapat perhatian khusus dari Kemendesa PDTT RI.

“Saya sangat berterimakasih karena Desa kami telah dipilih dan terkait hasil penelitian tersebut sangat membantu memajukan Desa kami,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *