Dibongkar Praktek Produksi Minyak Goreng Ilegal

Polres Cilacap membongkar praktek produksi minyak goreng ilegal di wilayah Kecamatan Nusawungu. Dari pengungkapan ini berhasil diamankan seorang tersangka bernama Sudaryono- pria 37 tahun yang memiliki rumah produksi di Desa Karangpakis – Nusawungu, beserta sejumlah barang bukti. Antara lain menyita delapan ton minyak goreng ilegal baik dalam kemasan botol maupun plastik berikut minyak curah. Barang bukti lainnya, seperangkat mesin pengolah minyak, dari mesin penyulingan hingga tabung penampungan, berikut mesin pengemas. ribuan botol dan plastik untuk kemasan minyak dan ribuan stiker dengan nilai total ratusan juta rupiah.

Saat digelandang menuju tempat gelar pers pada Kamis sore kemarin. Sudaryono hanya tertunduk dan mengakui jika bisnis yang dijalankannya itu bermodalkan sekitar 650 juta. Praktek bisnis ilegalnya ini karena tergiur keuntungan besar. Sayangnya, ia menempuh jalan pintas tanpa legalitas usaha. Bahkan label perusahaan dan perijinan kesehatan dan BPOM yang tertera dalam kemasan minyak goreng itu, semuanya palsu.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto menerangkan, praktik pembuatan minyak goreng ilegal ini dilakukan dengan cara tersangka membeli minyak curah sisa dari sejumlah pabrik. Selanjutnya diproses ulang dan dikemas dalam botol maupun plastik. Kasusnya terbongkar setelah pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat.

Meski baru beroperasi dua bulan, tersangka telah mampu memproduksi minyak goreng palsu hingga delapan ton. Setiap kemasan satu kilogram dijual dengan harga 10 ribu rupiah dan diedarkan di wilayah Kabupaten Cilacap dan sekitarnya.

“Ada kemungkinan, minyak goreng produksi Sudaryono kini masih beredar dipasaran. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka Sudaryono bakal dijerat Undang-Undang Perlindungan Konsumen serta Undang-Undang Pangan dan Kesehatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tegasnya.(ady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *