Dilaksanakan Vaksinasi Tahap 1, Bupati Cilacap : Sudah Aman Dan Bagus, Tapi Jangan Gemagus

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap terus melakukan upaya pencegahan serta penanganan penyebaran Covid-19. Kali ini dengan melakukan  vaksinasi tahap 1 dari total yang diterima Kabupaten Cilacap sebanyak 11.760 dosis.

Demikian disampaikan Bupati Cilacap – Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutannya pada kegiatan Pencanangan Vaksin Covid-19 di Kabupaten Cilacap yang digelar di Aula lantai 3 RSUD Cilacap, Senin pagi, (25/01/21).

Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa  sasaran dari vaksinasi tahap 1 ini berjumlah sebanyak 5.864 orang. Yakni terdiri dari 5.854 nakes dan 10 tokoh masyarakat.

Namun  demikian, dengan adanya  Vaksinasi ini, Bupati Cilacap meminta masyarakat maupun pihak yang sudah di vaksin untuk tetap menjalankan protokol kesehatan khususnya Covid-19. Sebab menurutnya Vaksin bukanlah obat, dan sejauh ini belum terdapat studi yang mengatakan bahwa penerima vaksin tidak bisa menularkan Covid-19 kepada orang lain.

Dijelaskan, Vaksin memiliki peran guna mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat. Olehkarenanya, selama vaksin yang aman dan efektif belum ditemukan, Bupati meminta seluruh pihak untuk wajib mematuhi protokol kesehatan.

Terkait keamanan Vaksin yang diterima Pemkab Cilacap, Bupati mengatakan, bahwa masyarakat tidak perlu takut terhadap vaksin covid-19 atau yang biasa disebut dengan vaksin Sinovac.

Hal tersebut dikarenakan keamanan vaksin khususnya Sinovac ini telah didukung oleh pemeriksaan dan penelitian dari Tim Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, serta pernyataan dari berbagai ahli kesehatan. Bahkan perihal keahalalannya, menurutnya juga sudah jelas tergambarkan secara rinci dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

“Pemerintah sudah melakukan sejumlah uji coba, sehingga vaksinasi ini sudah aman dan bagus. Tapi jangan gemagus, artinya jangan kita merasa hebat, kuat, tidak tertular. Namun semua harus tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19,” tegas Bupati.

Sementara untuk efek samping vaksin Sinovac, dikatakan hanya menimbulkan efek samping mulai ringan hingga sedang. Yakni Efek samping lokal berupa nyeri, iritasi, pembengkakan, serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, fatigue, dan demam. Sedangkan yang berat seperti sakit kepala, gangguan di kulit, serta diare. Namun efek samping ini hanya terjadi sebanyak 0,1 hingga 1 persen.

Untuk itu,  lanjut Bupati, efek samping vaksin Sinovac yang muncul ini dikatakan dapat dipastikan tidak berbahaya bagi mereka yang nantinya akan disuntik vaksin. Bahkan kondisi akibat efek samping vaksin Sinovac ini bisa segera pulih kembali. Kemudian apabila dilihat dari tingkat efikasinya. Hasil analisis terhadap efikasi vaksin Sinovac dari uji klinik di Bandung menunjukkan efek vaksin sebesar 65,3 persen.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Ciacap – dr Pramesti Griana Dewi mengungkapkan, vaksinasi Sinovac tahap satu ini berlangsung selama 4 hari. Sedangkan untuk pendistribusiannya, dia mengatakan bahwa sejumlah Puskesmas telah menerima Vaksin Sinovac guna memenuhi kebutuhan dari tenaga medis yang menjadi fokus utama program vaksinasi tahap satu ini.

“Ya untuk tahap satu ditargetkan rampung dalam waktu 4 hari. Insya Allah untuk Vaksinator dalam tahap kali ini sudah siap semua. Tadi malam vaksin juga sudah didistribusikan disemua tempat, meliputi 38 Puskesmas, 12 Rumah Sakit dan 14 Klinik serta 1 Klinik KKP,” pungkasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *