Diusulkan Biopori Solusi Petani Saat Musim Kemarau

Kekeringan yang terjadi disejumlah wilayah Kabupaten Cilacap mulai berdampak pada berkurangnya hasil pertanian. Salah satunya hasil pertanian holtikultura yang diakibatkan kekurangan pasokan air. Kondisi tersebut praktis membuat stok kebutuhan pasar tidak tercukupi. Akibat lain, harga sejumlah komoditi rempah seperti Jahe dan Kencur sempat melambung tinggi  hingga 4 kali lipat dari  harga normal.

Hal tersebut mengundang keperihatinan dinas terkait untuk melakukan upaya penyelesaian terhadap problem yang saat ini dihadapi petani holtikultura. Diantaranya adalah melakukan cek pemantauan lapangan, bimbingan teknis menghadapi kekeringan, dan bantuan sarpras alat pompa penyedot air untuk petani.

Kepala Dinas Pertanian Cilacap melalui Kasi Perbenihan dan Produksi Holtikultura –  Dahsih Ayu Maruti mengatakan, selain program bimbingan dan bantuan sarpras, petani holtikultura di Cilacap diminta untuk kembali  mencoba menggalakkan langkah mandiri. Diantaranya dengan pembuatan lubang Biopori disekitar lahan area pertanian. Sebab lubang biopori dipercaya mampu membantu petani dalam menjaga ketersediaan cadangan air untuk bercocok tanam. Dan secara tidak langsung program ini dinilai dapat meningkatkan kualitas hasil produksi.

Ia menggambarkan, dari pengalamanya beberapa tahun lalu, teknik biopori telah diujicobakan disalah satu area pertanian di Desa Menganti. Dan katanya hasilnya cukup bagus. 

“Tanaman yang ada di dekat biopori memiliki ketahanan hidup lebih lama dan jauh lebih segar dibandingkan dengan media lain,” ujarnya.

Dahsih menambahkan, program biopori tersebut masih akan terus dikaji dan tidak menutup kemungkinan akan diterapkan secara masal di Cilacap. (Guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *