Dukung Sekolah Daring, Serikat Pekerja Pertamina RU IV Cilacap Serahkan Bantuan WI-FI Gratis

CILACAP – Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP PWK) PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap kembali menggelar kegiatan sosial. Kali ini guna memenuhi kebutuhan internet gratis sebagai sarana belajar sistem daring di masa pandemic Covid-19, organisasi yang dipimpin Titok Dalimunthe ini memberikan sarana Wifi gratis bagi anak-anak sekolah di Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut Cilacap, akhir pekan lalu.

Bantuan sekaligus pemasangan 2 paket Wifi dilakukan di 2 titik yakni Masjid Al- Furqon dan Masjid Nurul Huda ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum SPP PWK Titok Dalimunthe kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Ujung Alang, Kustoro, disaksikan pengurus dan anggota SPP PWK serta pengurus Masjid. 

Ujung Alang adalah 1 dari 4 desa di Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang 85% wilayahnya merupakan perairan. Desa ini bisa dikatakan sebagai remote area (daerah terpencil), walaupun tidak begitu jauh dari ibukota Kabupaten Cilacap, yang letaknya dipisahkan oleh Laguna Segara Anakan.

Menurut Kustoro, sejarah munculnya desa ini berawal dari revolusi hijau pada masa kerajaan Mataram, akibat penumpukan lumpur yang lama-kelamaan menjadi tanah daratan.

“Munculnya Desa Ujung Alang, Kampung Laut ini justru lebih awal daripada Kota Cilacap sendiri,” ujarnya sedikit bercerita tentang sejarah Kampung Laut. 

Sayangnya, menurut Kustoro, berkembangnya Kota Cilacap belum dibarengi dengan pesatnya perkembangan Kecamatan Kampung Laut. Misalnya, ketika Kecamatan lain sudah menikmati fasilitas internet dengan lancar tapi penduduk Kampung Laut sama sekali belum memiliki jaringan seluler.

“Dulu warga harus naik ke Jembatan Apung untuk mendapatkan signal, itupun signalnya terbatas,” katanya menerawang.

Dikatakan pula faktor lain kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh adalah keterbatasan biaya untuk membeli kuota internet.

”Bantuan Wifi dari Pertamina melalui SPP PWK tentu sangat bermanfaat bagi kami. Akan kami atur waktu penggunaannya agar dapat efektif sebagai sarana belajar,” ujar Kustoro.

Menurut Titok, tidak dipungkiri internet memang sudah menjadi kebutuhan bagi semua kalangan, apalagi di saat pandemi Covid-19 yang banyak kegiatannya dilakukan secara online termasuk proses belajar-mengajar.

“Melalui fasilitas Wifi gratis yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk belajar agar pendidikan anak-anak tidak terganggu di masa pandemi ini,” ujarnya.

Pemasangan wifi di masjid menurut Titok juga bukan tanpa alasan.

“Supaya membiasakan anak-anak gemar berkumpul di masjid,“ jelasnya.

Pada saat yang sama diserahkan pula bantuan masker untuk warga sebagai sarana penunjang protokol kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *