Galahkan Inseminasi Buatan, Dispertan Kabupaten Cilacap Bidik 8.444 Ekor Sapi Betina

Penerapan Inseminasi Buatan (IB) atau proses kawin suntik pada Sapi Simental, kembali digalahkan oleh Dinas Pertanian atau Dispertan Kabupaten Cilacap. Di tahun ini, dari total populasi sebanyak 15.877 ekor sapi yang ada diseluruh wilayah Kabupaten Cilacap, diantaranya sebanyak 8444 ekor sapi betina menjadi sasaran program tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap – Supriyanto menerangkan, kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari upaya Pemkab Cilacap untuk merealisasikan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Dijelaskan, Sikomandan merupakan salah satu fokus kegiatan utama jajaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan. Sikomandan juga merupakan rangkaian kegiatan yang tidak terpisahkan dari kegiatan tahun sebelumnya dan dirancang dengan pendekatan yang lebih melibatkan peran aktif para petugas teknis dan masyarakat sebagai pelaku pembangunan.

“Oleh karenanya untuk menjadikan Kabupaten Cilacap sebagai wilayah produktif maupun penghasil ternak berkualitas, seluruh pihak diharapkan dapat turut serta dalam mendukung program Inseminasi Buatan tersebut,” kata Supriyanto.

Sementara itu Kabid Peternakan – Suharyono menerangkan, Kabupaten Cilacap dalam program Sikomandan ini, mendapatkan bantuan 4800 stok sperma beku.

Yakni diantaranya dari jenis sapi Simental, Limosin, dan Peranakan Ongol.

Selain itu, bantuan juga diberikan untuk petugas inseminator. Yakni dari setiap satu sapi yang di inseminasi mendapatkan kucuran dana sebesar 30 ribu rupiah, pemeriksaan kebuntingan 30 ribu rupiah, serta pendataan kelahiran 20 ribu rupiah per ekornya.

“Ditahun ini, Dispertan Cilacap menerjunkan 19 orang petugas inseminator yang bakal disebar di berbagai wilayah,” imbuhnya.

Sementara program Inseminasi Buatan atau IB pada tahun ini, dia mengatakan bahwa Kabupaten Cilacap ditargetkan mampu mencapai 80 persen.

Terkait hal ini, diungkapkan sejauh ini progres angka kelahiran ternak berkualitas di Cilacap sudah baik. Indikatornya dalam periode bulan Januari hingga September 2020, jumlah angka kelahiran ternak sapi ini telah mencapai 1646 ekor.

Pihaknya optimis target dari Kementan di tahun ini mampu direalisasikan. Pasalnya berdasarkan dari data terakhir milik Dispertan, ada 2426 ekor sapi betina dalam kondisi bunting dan dinilai cukup potensial dalam meningkatkan angka kelahiran ternak sapi di Cilacap.

“Populasi hewan sapi jenis simental di Cilacap yang menjadi bidikan program IB, mayoritas berada di wilayah Kecamatan Adipala, Binangun, Cimanggu, Kawunganten dan Gandrungmangu,” pungkasnya.

(GURUH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *