Hari TB Sedunia Momentum Eliminasi

Peringatan hari tuberkulosis atau TB sedunia menjadi momentum berbagai negara untuk mengeliminasi penyakit berbahaya ini pada tahun 2030 mendatang. Di Indonesia sendiri khususnya Kabupaten Cilacap, upaya pencegahan TB semakin digenjot. Salah satunya dengan menggandeng pihak swasta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak, resiko maupun pencegahannya. Seperti melalui program bimbingan dan pemberdayaan secara berkala pada kader Posyandu maupun Puskesmas disetiap Kecamatan.

Cara ini ditempuh Puskesmas Cilacap Tengah Satu yang bersinergi dengan ratusan kader posyandu maupun tenaga kesehatan dalam kegiatan Hari TB Sedunia, di Pantai Kamulyan pada Rabu pagi tadi.

Kepala Puskesmas Cilacap Tengah Satu – Sri Rahayu mengatakan, diwilayah kerjanya selama 2018 lalu ditemukan 52 kasus TB. Jumlah ini ternyata menunjukan angka kasus tersebut dari tahun sebelumnya. Sedangkan 2019 pada awal tahun lalu ditemukan 5 kasus TB di Cilacap tengah.

Dikatakan, faktor yang mendorong peningkatan risiko TB adalah perilaku hidup tidak sehat dan lingkungan tempat tinggal yang kumuh atau padat penduduk.

“Resiko terbesar itu kalau lingkungan pemukiman padat, dan biasanya kumuh. Itu sangat berpengaruh, sehingga dari kader TB, setiap saat melalui PKK dan lainya untuk ikut berperan dalam pemantauan, pencegahan, maupun penanganan TB,” ungkapnya.

Sri Rahayu berharap, para kader posyandu maupun tenaga kesehatan lainnya yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi agen sosial dan mampu memberikan edukasi maupun pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan penderita TB. (guruh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *