Jadi Supermarket Bencana, BPBD Cilacap Bakal Bentuk Puluhan Destana

CILACAP – Kondisi kebencanaan di Kabupaten Cilacap dinilai masih aman terkendali. Kendati demikian hal ini diminta BPBD Cilacap untuk tetap diwaspadai oleh seluruh pihak, baik potensi kebencanaan akibat dari masa pandemi maupun musim pancaroba. Pasalnya musim peralihan atau pancaroba ini dinilai kerap menyebabkan sejumlah potensi kebencaan. Seperti  hujan deras disertai angin kencang, banjir, tanah longsor, maupun tanah bergerak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah – BPBD Kabupaten Cilacap, Trikomara Sidhy mengungkapkan, bahwa Cilacap sejauh ini menjadi daerah yang disebut Supermarketnya bencana alam. Sebab  segala potensi kebencanaan selain erupsi gunung berapi, kata dia terdapat di Cilacap.

“Olehkarena itu, BPBD Cilacap terus melakukan upaya peguatan sarpras kebencanaan, maupun menggencarkan program sosialisasi mitigasi bencana alam kepada masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, salah satu program mitigasi bencana yang digenjot adalah dibentuknya desa tangguh bencana atau dikenal dengan sebutan Destana. Sejauh ini dikatakan ada 29 Destana yang sudah terbentuk disejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap.

Terkait perkembangannya, Trikomara mengungkapkan, bahwa saat ini program dari Destana diakuinya masih belum maksimal lantaran Pandemi Covid-19. Namun demikian BPBD Cilacap memastikan program Destana ini secara bertahap akan terus dimaksimalkan.

Bahkan dalam waktu dekat ini ditargetkan program Destana khususnya Tsunami dapat terbentuk di 50 Desa. Sementara untuk Destana  Banjir dan Longsor diwilayah Cilacap Barat ditargetkan mampu terbentuk sekitar 40 sampai 60 Desa.

“Saya berharap, pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir. Sehingga nantinya seluruh program terkait mitigasi bencana dapat kembali dioptimalkan,” tandasnya.

(Guruh)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *