Jelang Tahun Baru, Lapas Kelas II B Cilacap Gledah Kamar Hunian

CILACAP – Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Cilacap kembali melakukan penggeledahan seluruh blok hunian di dalam lapas, Selasa (28/12/21).

Sesuai dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor PAS-1780.PK.02.10.01 Tahun 2021, Penggeledahan dilaksanakan guna meningkatkan Kewaspadaan Menghadapi Perayaan Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022.

Kegiatan penggeledahan di pimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas kelas II B Sugeng Sayogo.

Sugeng menyampaikan, bahwa kegiatan ini untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban menjelang tahun baru 2022.

“Jadi kita antisipasi deteksi dini gangguan kamtib yang bisa muncul. Dan pada penggeledahan kali ini tidak di temukan barang – barang berbahaya baik itu Narkoba, HP ataupun senjata tajam,” kata Sugeng.

Meski tidak di temukan barang – barang yang berbahaya, namun petugas berhasil menyita barang seperti  Korek api gas, gelas kaca, pencukur jenggot, kawat dan barang lainnya yang dimungkinkan bisa berbahaya.

“Kalau korek api gas kan dapat menimbulkan api yang dapat menyebabkan kebakaran, pencukur jenggot kan bisa jadi senjata tajam juga, jadi kita antisipasi kita ambil semua barangnya,” ujarnya.

Penggeledahan menyasar sebanyak 30 blok kamar hunian, baik kamar anak, dewasa ataupun wanita. Kegiatan tersebut juga rutin dilaksanakan 3 kali dalam seminggu .

“Kita laksanakan seminggu 3 kali baik itu pagi, siang ataupun malam, kamarnya kita acak juga biar mereka tidak bisa membaca penggeledahan yang kita lakukan,” katanya.

Penggeledahan kali ini juga melibatkan petugas dari Polsek Cilacap Tengah, dan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid 19 secara ketat serta kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

“Semoga lapas kelas II B cilacap selalu aman, kondusif, tidak ada gangguan kamtib, sehingga kita dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” Harapnya.

Lapas Kelas II B Cilacap sendiri saat ini memiliki 502 orang, dengan 483 berada di dalam lapas serta 19 orang masih di rutan polres. (tan/bercahayafm)