Jualan Olahan Toga, Siswa Diajak Berdikari Di Masa Pandemi

CILACAP – Niatan SMP PGRI 1 Cilacap untuk menjadi sekolah plus yang membekali siswanya dengan kemampuan wirausaha rupanya bukan isapan jempol belaka. Pasalnya setelah pekan lalu para siswa melaksanakan panen raya tanaman obat keluarga atau Toga, yakni dari hasil memanfaatkan lahan parkiran yang kosong selama pandemi, kini dapat dipetik hasil manisnya.

Para siswa mulai dapat menjual olahan Toga tersebut di sekolahnya, pada Sabtu (29/05/21).

Dihari pertama masuk, siswa memanfaatkannya untuk melakukan survey tempat duduk yang akan dipakai saat Penilaian Akhir Tahun Senin depan. Para siswa menjual aneka olahan jami herbal berbahan Toga kepada teman dan guru meteka.

Koordinator kegiatan tersebut – Chatarina Impun mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk membuat kegiatan yang berpusat pada siswa.

Kegiatan ini dinilai berkesinambungan, antara lain sejak menanam Toga, memanen, mengolah hasil panen serta memasarkannya. Dengan demikian diharapkan anak didiknya akan mengetahui proses produksi hingga distribusi.

“Aksi nyata tersebut dalam rangka membekali siswa agar dapat mandiri memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya,” tambah Chatarina yang juga merupakan Waka Kesiswaan.

Sementara itu, Kepala SMP PGRI 1 Cilacap – Sri Surtini mengungkapkan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi aksi nyata yang dilakukan oleh Guru Penggerak. Kegiatan tersebut menurutnya akan menjadi nilai tambah untuk sekolah.

Diakuinya, beberapa siswa karena terkendala biaya ada yang setelah SMP memutuskan tidak melanjutkan. Karenanya kegiatan seperti ini dijadikan solusi agar siswa memiliki bekal untuk menghadapi kehidupan selanjutnya.

“Saya pikir melanjutkan atau tidak, kalau siswa sudah dibekali kemandirian, ia akan eksis dalam kondisi apapun. Itulah pentingnya kami membekali siswa dengan ilmu dan praktik wirausaha” tandasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *